Sedekah Saat Orang Butuh, Pahalanya Dinilai Lebih Besar

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Muhammad Hafil

 Selasa 28 Apr 2020 09:39 WIB

Sedekah Saat Orang Butuh, Pahalanya Dinilai Lebih Besar. Foto: Ilustrasi Sedekah Foto: Republika/Tahta Aidilla Sedekah Saat Orang Butuh, Pahalanya Dinilai Lebih Besar. Foto: Ilustrasi Sedekah

Momentum Ramadhan saat yang tepat untuk bersedekah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengajak masyarakat yang memiliki harta lebih untuk bersedekah kepada masyarakat yang membutuhkan. Ma'ruf menilai, momentum bukan Ramadhan sangat tepat untuk bersedekah karena pahalanya sangat besar dan berlipat ganda.

Apalagi, kata Ma'ruf, Ramadhan kali ini berada di situasi pandemi Covid-19 yang tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat tetapi juga perekonomian dan sosial.

Baca Juga

"Karena itu tuntutan untuk kita memberikan makan orang miskin, menjadi lebih penting lagi. Rasulullah juga mengatakan siapa yang punya kelebihan bekal hendaknya dia bersedekah dengan kelebihan bekalnya itu, shadaqah yang paling besar pahalanya (adalah) ketika itu dibutuhkan oleh orang," ujar Ma'ruf dalam keterangannya dari rumah dinas wapres, Menteng, Jakarta, Senin (27/4) malam.

Untuk itu, ia menilai momentum Ramadhan di tengah pandemi sangat pas untuk masyarakat mensedekahkan kelebihan hartanya. Sebab, pandemi Covid-19 menyebabkan terpuruknya perekonomian dan meningkatnya angka kemiskinan.

Ini juga, kata Ma'ruf, membuat jumlah orang miskin baru bertambah karena banyaknya masyarakat yang kehilangan lapangan pekerjaan, baik karena pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun dampak imbauan tetap di rumah

"Banyak orang yang kehilangan pekerjaan dan banyak warung-warung kecil yang tutup, jadi jumlah orang miskin pun makin bertambah. mungkin di sekitar kita juga banyak orang-orang  yang terdampak corona ini," katanya.

Ketua Umum MUI nonaktif itu menerangkan, dalam agama, anjuran memberi makan orang yang miskin hukumnya wajib bagi muslim, yakni fardlu kifayah. Artinya, kalau ada orang menghilangkan kelaparan di wilayah sekitarnya, maka orang lain tidak akan berdosa.

Tetapi jika tidak ada satu pun yang melakukan, lanjut Ma'ruf, maka semua orang akan berdosa. "Karena itu menghilangkan kelaparan, menghilangkan kemiskinan itu menjadi tanggung jawab kita semua bagi mereka yang masih punya kelebihan untuk membantu walaupun sedikit," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X