Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Satu Keluarga Positif Covid-19 di Banjarbaru

Senin 27 Apr 2020 22:39 WIB

Red: Nora Azizah

Satu keluarga di wilayah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, terpapar COVID-19, satu di antaranya seorang anak berusia di bawah lima tahun (balita) (Foto: ilustrasi Covid-19)

Satu keluarga di wilayah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, terpapar COVID-19, satu di antaranya seorang anak berusia di bawah lima tahun (balita) (Foto: ilustrasi Covid-19)

Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Satu keluarga yang positif, satu di antaranya merupakan balita berusia 1,6 tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARBARU -- Satu keluarga di wilayah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, terpapar COVID-19, satu di antaranya seorang anak berusia di bawah lima tahun (balita). Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Banjarbaru, Rizana Mirza, mengatakan, balita berusia 1,6 tahun itu diketahui terpapar dari ibu dan anggota keluarga lainnya yang juga positifCOVID-19.

"Balita itu terpapar dari ibunya bahkan satu keluarga mereka, yakni saudara ayahnya dan sang nenek dinyatakan positif sehingga mereka menjalani perawatan dengan status pasien dalam pengawasan," ujarnya, Senin (27/4).

Menurutnya, terpaparnya balita itu menunjukkan penularan COVID-19 di Banjarbaru sudah sangat mengkhawatirkan. Saat ini jumlah pasien positif Covid-19 di Banjarbaru capai 25 orang.

"Warga yang sudah positif COVID-19 sebanyak 25 orang dengan sebaran pada lima kecamatan dan merata hampir di 20 kelurahan. Hal ini tentu sangat mengkhawatirkan," katanya.

Wali Kota Banjarbaru, Nadjmi Adhani, sudah mengirim surat kepada Menteri Kesehatan terkait usul pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kota itu. Kunci pemberlakuan PSBB adalah disiplin masyarakat dan ketegasan aparat yang menjalankan tugas di lapangan sehingga kedua unsur harus saling mendukung agar kebijakan itu berhasil.

"Masyarakat harus sadar dan disiplin dengan tidak beraktivitas di luar rumah dan aparat juga harus tegas melarang masyarakat yang keluar rumah tanpa alasan jelas agar PSBB mencegah lebih masif dan memutus rantai penularan," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA