Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Perekonomian Indonesia Diyakini akan Bangkit Usai Pandemi

Senin 27 Apr 2020 21:03 WIB

Red: Sammy Abdullah

Suasana bongkar muat peti kemas di PT Terminal Petikemas Surabaya, Jawa Timur, Jumat (17/4/2020). Pada periode Januari-Maret 2020, PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) mencatat arus peti kemas internasional sebesar sekitar 1,3 juta Teus, turun sekitar tiga persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu disebabkan adanya penurunan aktivitas perekonomian global

Suasana bongkar muat peti kemas di PT Terminal Petikemas Surabaya, Jawa Timur, Jumat (17/4/2020). Pada periode Januari-Maret 2020, PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) mencatat arus peti kemas internasional sebesar sekitar 1,3 juta Teus, turun sekitar tiga persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu disebabkan adanya penurunan aktivitas perekonomian global

Foto: Antara/Didik Suhartono
Pandemi Covid-19 diprediksi akan mereda pada bulan Juni

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Pusat Kajian Visi Teliti Saksama (VTS) mengeluarkan riset terkait dampak dari pandemi Covid-19. Dalam uji simulasi pandemi dengan model sistem dinamik, pandemi Corona akan segera mereda di Indonesia pada Juni 2020.

Selain sisi kesehatan, VTS juga mengkaji pemulihan ekonomi pasca Covid-19. Menurut peneliti VTS M Widyar Rahman, pemulihan ekonomi pasca pandemi membutuhkan waktu. “Tentunya proses pemulihan ekonomi akan membutuhkan waktu yang lebih panjang, setidaknya sampai akhir 2021,” kata Widyar, Senin (27/4).

Menurut analisis Widyar, dampak pandemi akan mampu diatasi. Melalui peran aktif seluruh warga negara, perlahan perekonomian akan kembali seperti semula. “Kami memperkirakan, peningkatan permintaan barang dan jasa akan terjadi di bulan Ramadan dan Idulfitri, meski tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun, sedikit kenaikan permintaan ini belum cukup untuk mengkompensasi cedera pada industri,” tuturnya.

Widyar memandang, dampak pandemi kali ini memang paling parah jika dibanding krisis global lain yang pernah terjadi pada abad ke-21. “Jika dibandingkan wabah SARS 2002–2003 yang juga berasal dari Cina, dampak negatif dari merebaknya covid-19 terhadap perekonomian akan jauh lebih luas,” lanjutnya.

Dalam kaitan analisa dampak ini, Visi mengumpulkan berbagai informasi untuk memperkirakan dampak yang terjadi pada perekonomian Indonesia. Adapun studi dilakukan di bulan Februari hingga awal Maret. Analisa yang dilakukan berawal dengan melihat hubungan ekonomi antara Indonesia dengan Cina, sebagai episentrum awal penyebaran virus.

Dalam lima tahun terakhir, Cina selalu menempati tiga besar mitra dagang utama Indonesia. Sejak tahun 2014, Cina merupakan negara asal impor dengan nilai terbesar bagi Indonesia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA