Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

UB Genjot Jumlah Mahasiswa Pascasarjana Lewat Fast Track

Senin 27 Apr 2020 10:30 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Dwi Murdaningsih

Universitas Brawijaya

Universitas Brawijaya

Foto: panoramio.com
Jumlah mahasiswa pascasarjana diharapkan bisa menaikkan ranking UB.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Universitas Brawijaya (UB) akan lebih menggenjot jumlah mahasiswa pascasarjana melalui program fast track. Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan peringkat kampus di kancah internasional.

Rektor UB Nuhfil Hanani mengatakan, program fast track menjadi salah satu cara menghimpun jumlah mahasiswa pascasarjana lebih banyak. Program ini nantinya akan memfasilitasi mahasiswa yang dapat menyelesaikan masa studinya pada program sarjana dan pascasarjana.

"Dalam jangka waktu paling lama sepuluh semester," ucap Nuhfil dalam pesan tertulis yang diterima wartawan, Senin (27/4).

Menurut Nuhfil, menaikkan peringkat dunia dapat dilakukan dengan meningkatkan jumlah publikasi internasional. Sejumlah guru besar pun memiliki pendapat serupa terkait tersebut. Hal ini dapat tercapai dengan menggenjot jumlah mahasiswa pascasarjana.

Wakil Rektor I Bidang Akademik Profesor Aulanni'am juga mengatakan hal serupa. Program fast track menjadi komitmen UB mencapai peringkat 500 dunia. Target ini diharapkan dapat tercapai dalam jangka waktu lima sampai sepuluh tahun.

Mahasiswa yang mendaftar program fast track diharapkan masih aktif mengikuti perkuliahan di UB. Setidaknya sedang menempuh semester enam dan telah lulus paling sedikit 110 SKS dengan IPK lebih besar atau sama dengan 3.50. IPK paling rendah sama dengan 3.25 dengan nilai B paling rendah.

Mahasiswa harus memiliki nilai TOEFL  minimal 450. Kemudian mendapatkan rekomendasi dari dosen bergelar doktor dengan jabatan akademik paling rendah lektor. Mahasiswa juga harus mendapat persetujuan dan kesanggupan pembayaran biaya pendidikan dari orangtua/wali atau pihak lain.

"Intinya, melalui program tersebut mahasiswa S1 bisa cepat menjadi mahasiswa S2," kata Aul.

Sebagai informasi, indikator-indikator untuk meningkatkan peringkat internasional terdiri dari berbagai hal. Dalam hal ini seperti Academic Reputation, Employer Reputation, Citations per Faculty, Faculty Student Ratio dan international student. Sementara program fast track akan mulai dibuka pada 5 Mei sampai 10 Juli 2020.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA