Ahad 26 Apr 2020 23:34 WIB

Pasien Positif Corona di Kabupaten Kediri Jadi 25 Kasus

Terdapat empat tambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kediri.

(Ilustrasi) Petugas Kesehatan di Rumah Sakit merawat pasien yang diduga terpapar virus corona.
Foto: The Central Hospital of Wuhan via Weibo/Hando
(Ilustrasi) Petugas Kesehatan di Rumah Sakit merawat pasien yang diduga terpapar virus corona.

REPUBLIKA.CO.ID, KEDIRI -- Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mengungkapkan terdapat empat tambahan kasus terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona, sehingga totalnya saat ini terdapat 25 kasus.

"Untuk update data perkembangan Covid-19 Kabupaten Kediri, tanggal 26 April 2020, terdapat empat tambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19, yaitu tiga orang warga Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem dan satu orang warga Desa Cerme, Kecamatan Grogol," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri dr Ahmad Chotib dalam rilisnya di Kabupaten Kediri, Ahad (26/4).

Ia mengungkapkan, tiga orang warga Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri tersebut sebelumnya memiliki kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif yang juga warga Desa Toyoresmi. "Saat ini ketiganya melakukan isolasi mandiri dan dalam pengawasan tenaga medis," kata dia.

Sedangkan, lanjut dia, untuk kasus terkonfirmasi positif warga Desa Cerme, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, ada keterkaitan dengan klaster pelatihan haji Sukolilo dan juga melakukan isolasi mandiri.

Ia mengatakan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri juga sudah melakukan tracing untuk menelusuri riwayat pasien tersebut.

Dengan tambahan empat kasus ini, saat ini terdapat 25 kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kediri. Dimana, 19 orang dirawat, dua sembuh, dan empat meninggal dunia.

Jumlah orang tanpa gejala di Kabupaten Kediri mencapai 402, orang dalam pemantauan 512 dan pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 76 orang.

Pihaknya tetap meminta warga untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, dengan rajin melakukan cuci tangan dan selalu mengenakan masker ketika keluar rumah.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kediri Krisna Setiawan mengatakan pemerintah kabupaten belum berencana mengajukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). "Sepertinya belum (terkait dengan kemungkinan kebijakan PSBB," kata Krisna.

Namun, pemkab sudah mulai melakukan pembatasan misalnya di area Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri.

Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri, telah menutup jalan menuju lapangan dan ruang terbuka hijau di kawasan SLG sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona baru (Covid-19). Penutupan akses menuju kawasan tersebut karena selama ini lokasi itu banyak digunakan warga untuk berolahraga, sehingga berpotensi menimbulkan kerumunan.

Dinas Perhubungan bersama dengan Satpol PP Kabupaten Kediri melakukan penyisiran di seluruh ruas jalan dan lapangan untuk membubarkan warga yang melakukan olahraga untuk dialihkan di rumah masing-masing.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement