Senin 27 Apr 2020 04:01 WIB

Warga Luar Masih Bisa Masuk Tasikmalaya Meski Mudik Dilarang

Masih terdapat sejumlah kendaraan dari luar wilayah Priangan Timur masuk Tasikmalaya.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Andri Saubani
Petugas memeriksa sejumlah orang yang masuk ke wilayah Kota Tasikmalaya di posko perbatasan Kecamatan Indihiang, Ahad (26/4).
Foto: Republika/Bayu Adji P.
Petugas memeriksa sejumlah orang yang masuk ke wilayah Kota Tasikmalaya di posko perbatasan Kecamatan Indihiang, Ahad (26/4).

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Larangan untuk mudik dari Presiden tidak serta-merta membuat warga tak kembali ke kampung halamannya. Seperti di Kota Tasikmalaya, misalnya, sejumlah kendaraan dari luar kota masih dapat melintas masuk.

Berdasarkan pantauan Republika di posko perbatasan di Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, kendaraan yang melintas hanya diperiksa suhu tubuhnya dan didata satu per satu keperluannya. Setelah itu, kendaraan dapat kembali melanjutkan kendaraan. Hanya kendaraan roda dua yang disuruh putar balik, jika pengendaranya kedapatan tak mengenakan masker.

Baca Juga

Republika mencatat, masih terdapat sejumlah kendaraan dari luar wilayah Priangan Timur. Hal itu terlihat dari plat kendaraan yang terpasang. Namun, arus lalu lintas di wilayah itu relatif sepi dibandingkan hari biasa.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Anom Karibianto mengatakan, sejak berlakunya larangan mudik dari Presiden Joko Widodo, polisi juga memperketat penjagaan di posko perbatasan. Ia menyebutkan, di wilayah hukum Polres Tasikmalaya Kota setidaknya ada tujuh titik pos, mulai dari Jalur Gentong hingga pos-pos di dalam Kota Tasikmalaya.

"Karena kita juga melaksanakan Operasi Ketupat Lodaya 2020, tapi kali ini salah satu tugasnya untuk melaksanakan perintah Presiden agar masyarakat tidak mudik," kata dia, Ahad (26/4).

Anom mentatakan, inti kegiatan itu adalah untuk menghalau kendaraan yang akan masuk ke wilayah Tasikmalaya. Jika terdapat kendaraan dari luar kota, polisi akan menyuruh kendaraan itu putar balik dan tak masuk wilayah Tasikmalaya.

Kendati demikian, menurut dia, berdasarkan pantauan di lapangan, kendaraan yang masuk ke Tasikmalaya relatif sepi dibanding hari biasanya. "Karena sudah tersekat di Jakarta, Bandung, Garut. Jadi arus ke arah Tasik relatif sangat sepi di Gentong," kata dia.

Sebelumnya, Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman menyambut baik keputusan larangan mudik oleh Presiden Joko Widodo. Menurut dia, larangan itu akan efektif untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dari daerah zona merah ke daerah lainnya.

"Kami akan langsung memperketat pos penjagaan perbatasan yang selama ini diisi oleh tim gabungan TNI, Polri dan unsur pemerintah daerah," kata dia.

Pengawasan perbatasan sejatinya telah dilakukan Pemkot Tasikmalaya sejak 31 Maret. Setiap kendaraan berplat nomor dari luar daerah dihentikan untuk didata.

Tak hanya itu, Pemkot Tasikmalaya juga melarang kereta api menaik-turunkan penumpang di stasiun yang masuk wilayah Kota Tasikmalaya. Penerbangan di Bandara Wiriadinata juga dihentikan sementara.

Kendati demikian, Budi mengatakan, selama ini masih banyak orang ke Kota Tasikmalaya setiap harinya. Menurut dia, hal itu terjadi lantaran Kota Tasikmalaya selama ini sering dijadikan daerah bisnis khususnya, bordir oleh para pengusaha.

Namun, lanjut dia, dengan adanya larangan mudik dari presiden, pihaknya tak segan menindak tegas warga yang nekat mudik. "Nanti kita akan bahas langkah tim gugus tugas apabila masih ada pemudik yang memaksa pulang ke Kota Tasikmalaya, terutama berasal dari zona merah. Yang jelas kita akan bertindak sesuai arahan dari Pak Presiden," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement