Isi Ramadhan dengan Kesibukan Membaca Alquran

Red: Hasanul Rizqa

 Sabtu 25 Apr 2020 20:24 WIB

Tadarus Alquran kala Ramadhan (ilustrasi) Foto: Jojon/Antara Tadarus Alquran kala Ramadhan (ilustrasi)

Menyibukkan diri dengan tadarus Alquran di bulan Ramadhan adalah keutamaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menyibukkan diri dengan membaca Alquran termasuk ibadah yang paling utama. Apalagi, bila dilakukan pada Ramadhan, bulan yang di dalamnya kitab suci umat Islam ini diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.

Alquran adalah kalamullah. Kitab ini menjadi sumber hukum Islam. Alquran sebagai petunjuk bagi manusia agar mereka dapat membedakan antara yang hak (benar) dan yang batil (salah).

Baca Juga

Allah SWT berfirman, yang artinya, "Bulan Ramadhan yang diturunkan di dalamnya Alquran sebagai petunjuk bagi manusia serta sebagai penjelasan dari petunjuk itu dan pembeda antara hak dengan batil. Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, hendaknya (wajib) ia berpuasa" (QS Al-Baqarah: 185).

Rasulullah saw pernah berpesan kepada Abu Dzar agar senantiasa membaca Alquran. Sabda beliau, ''Hendaklah engkau membaca Alquran, karena itu akan menjadi cahaya bagimu di bumi dan tabungan bagimu di langit.'' (HR Ibnu Hibban).

Rasulullah SAW juga selalu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk membaca Alquran dengan baik. Kita disunahkan untuk meneladani cara Rasulullah dalam membaca Alquran.

Beliau senantiasa membaca Alquran dengan tartil, yakni tidak terburu-buru. Bahkan, beliau memperjelas huruf per huruf dan menghentikan bacaan seayat demi seayat.

Manakala menemukan ayat-ayat doa, beliau berdoa, menemukan ayat-ayat istighfar beliau ber-istighfar, menemukan ayat-ayat sajdah, beliau pun bersujud. Demikianlah Rasulullah dalam bertadarus Alquran dan kita dituntut meneladaninya.

Tadarus Alquran yang dianjurkan untuk dipersering pada bulan suci ini. Bukan sekadar membaca, tetapi juga memahami kandungan Alquran.

Diharapkan, bila selesai Ramadhan, kaum Muslimin dapat mengimani dan memahami benar apa-apa yang dikabarkan, diperintahkan, dan dilarang Allah SWT--sebagaimana dijelaskan dalam Alquran.

Diharapkan, dengan keimanan dan pemahaman kaum Muslimin ini akan menjadi kekuatan dahsyat dalam diri mereka untuk berupaya mematuhi apa-apa yang diperintahkan dan dilarang oleh Allah SWT.

Dengan demikian pada bulan yang penuh berkah ini mari kita kembali membuka lembaran-lembaran Wahyu Ilahi. Membacanya, merenunginya, memahaminya, dan mengaplikasikannya dalam menjalani kehidupan yang fana ini.

sumber : Hikmah Republika oleh Pendi Supendi
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X