Tuesday, 9 Rajab 1444 / 31 January 2023

China Kirim Tim untuk Kim Jong-un

Sabtu 25 Apr 2020 09:22 WIB

Red: Friska Yolandha

Sejumlah warga menonton televisi yang menunjukkan program berita yang melaporkan tentang pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dengan file gambar di Stasiun Kereta Api Seoul di Seoul, Korea Selatan, Selasa (21/4). Pemerintah Korea Selatan sedang mencari laporan yang belum dikonfirmasi yang mengatakan Korea Utara Pemimpin Korea Kim dalam kondisi lemah setelah operasi.

Sejumlah warga menonton televisi yang menunjukkan program berita yang melaporkan tentang pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dengan file gambar di Stasiun Kereta Api Seoul di Seoul, Korea Selatan, Selasa (21/4). Pemerintah Korea Selatan sedang mencari laporan yang belum dikonfirmasi yang mengatakan Korea Utara Pemimpin Korea Kim dalam kondisi lemah setelah operasi.

Foto: AP / Lee Jin-man
Banyak pihak menampik kondisi Kim Jong-un memburuk.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- China mengirim tim ke Korea Utara, termasuk ahli medis untuk memberi nasihat terkait kesehatan Kim Jong-un. Sumber menyatakan tim tersebut berangkat pada Kamis (23/4) dari Beijing menuju Korea Utara.

Sumber menolak untuk diidentifikasi mengingat sensitivitas persoalan ini. Liaison officer tidak menjawab saat dihubungi Reuters.

Baca Juga

Website yang berbasis di Seoul, NK, melaporkan pada awal pekan ini Kim Jong-un telah pulih setelah menjalani prosedur kardiovaskular pada 12 April 2020. Website tersebut mengutip satu sumber tanpa nama di Korea Utara.

Pejabat pemerintah Korea Selatan dan pejabat China menentang laporan yang menyatakan Kim Jong-un dalam bahaya pascaoperasi. Mereka menyatakan tidak menemukan tanda aktivitas tak biasa di Korea Utara.

Pada Kamis, Presiden AS Donald Trump juga menampik laporan terkait kondisi Kim Jong-un yang parah. "Kurasa laporan itu tidak benar," katanya.

Sumber Korea Selatan mengatakan kepada Reuters, inteijen mereka menyatakan Kim Jong-un masih hidup dan akan segera muncul. Ia tidak berkomentar terkait kondisi Kim saat ini atau keterlibatan China.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA