Tuesday, 1 Ramadhan 1442 / 13 April 2021

Tuesday, 1 Ramadhan 1442 / 13 April 2021

Kematian Akibat Covid-19 di AS Nyaris 50 Ribu Orang

Sabtu 25 Apr 2020 06:32 WIB

Red: Friska Yolandha

Pekerja BMarko Structures saat menyelesaikan kontainer yang diubah menjadi kamar rumah sakit portabel untuk merawat pasien COVID-19, di Lawrenceville, Georgia, Amerika Serikat, Jumat (23/4). Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) melaporkan 865.585 kasus virus corona. Jumlah itu mengalami peningkatan sebanyak 37.144 kasus dari jumlah sebelumnya.

Pekerja BMarko Structures saat menyelesaikan kontainer yang diubah menjadi kamar rumah sakit portabel untuk merawat pasien COVID-19, di Lawrenceville, Georgia, Amerika Serikat, Jumat (23/4). Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) melaporkan 865.585 kasus virus corona. Jumlah itu mengalami peningkatan sebanyak 37.144 kasus dari jumlah sebelumnya.

Foto: EPA-EFE / ERIK S. LESSER
Total kasus positif Covid-19 di Amerika Serikat mencapai 865 ribu orang.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) melaporkan 865.585 kasus virus corona. Jumlah itu mengalami peningkatan sebanyak 37.144 kasus dari jumlah sebelumnya.

Menurutnya, jumlah korban meninggal juga mengalami hal serupa, yakni bertambah 2.437 kematian menjadi total 48.816. Penghitungan CDC mengenai jumlah kasus penyakit pernapasan itu dilaporkan pada 23 April dibanding jumlah sehari sebelumnya.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan disinfektan dan sinar matahari mungkin dapat digunakan sebagai perawatan untuk menangani infeksi virus corona jenis baru (Covid-19). Dalam sebuah pernyataan, ia juga mengatakan bahwa hal ini dapat mengurangi ancaman virus tersebut. 

Baca Juga

Dalam sebuah wawacara di Gedung Putih pada Kamis (23/4), Trump mengatakan para peneliti sedang melihat efek dari desinfektan dan berpikir apakah ini dapat disuntikkan ke orang-orang. Meski demikian, William Bryan dari Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mengatakan tidak ada pertimbangan tentang hl itu. 

Studi yang pernah dilakukan sebelumnya juga tidak menemukan bukti bahwa suhu yang lebih hangat dan kelembaban yang lebih tinggi di musim semi dan musim panas akan membantu mengurangi penyebaran virus corona jenis baru. Namun, dari penelitian terbaru ditemukan bahwa cahaya matahari memiliki efek yang kuat dalam membunuh virus di permukaan dan di udara.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA