Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Jumlah Kendaraan Luar Daerah yang Masuk ke DIY Menurun

Sabtu 25 Apr 2020 06:09 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan / Red: Friska Yolandha

Petugas Dishub DI Yogyakarta melakukan pengawasan kendaraan saat operasi pengawasan kendaraan di perbatasan DI Yogyakarta - Jawa Tengah di Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (17/4). Ketua Sekretariat Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Biwara Yuswantana mengatakan, kendaraan luar daerah yang masuk ke DIY menurun drastis. Hal ini dikarenakan adanya penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di daerah lain.

Petugas Dishub DI Yogyakarta melakukan pengawasan kendaraan saat operasi pengawasan kendaraan di perbatasan DI Yogyakarta - Jawa Tengah di Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (17/4). Ketua Sekretariat Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Biwara Yuswantana mengatakan, kendaraan luar daerah yang masuk ke DIY menurun drastis. Hal ini dikarenakan adanya penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di daerah lain.

Foto: ANTARA/Hendra Nurdiyansyah
DIY mendirikan tiga posko di wilayah perbatasan dengan wilayah lain.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Ketua Sekretariat Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Biwara Yuswantana mengatakan, kendaraan luar daerah yang masuk ke DIY menurun drastis. Hal ini disebabkan oleh adanya penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di daerah lain.

Sehingga, membatasi pergerakan dan mengurangi kegiatan mudik. Tentunya, kata Biwara, hal ini menjadi keuntungan sendiri bagi DIY karena dapat mengurangi penyebaran virus Corona (Covid-19) yang berpotensi dibwa oleh pemudik yang masuk ke DIY.

"Laporan dari Dishub DIY, dari jam 08.00 WIB sampai 11.30 WIB itu mobil dengan pelat nomor dari luar daerah yang masuk ke DIY hanya 10 kendaraan saja. Itu pun juga banyak kendaraan yang membawa barang,"kata Biwara di BPBD DIY, Yogyakarta, Jumat (24/4).

Baca Juga

Pihaknya pun meningkatkan penawasan dan pemeriksaan pemudik maupun pendatang yang masuk ke DIY, terutama di wilayah perbatasan. Ada tiga posko yang didirikan di wilayah perbatasan yakni satunya di Jalan Magelang, Kecamatan Tempel, satunya di perbatasan yang ada di Prambanan, Jalan Solo dan satu lainnya di Kulon Progo.

Di wilayah perbatasan ini, dilakukan screening terhadap pendatang yang masuk ke DIY. Pengawasan dan pemeriksaan ini dilakukan selama 24 jam.

"Jadi didata dari mana dan akan kemana, cek suhu. Kalau suhunya melebihi ketentuan maka diarahkan ke fasilitas layanan kesehatan yang ada di dekatnya. Kalau ada gejala lebih lanjut seperti batuk akan dirujuk ke rumah sakit untuk menjaga mereka tidak membawa masuk virus dari luar ke DIY," ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA