Jumat 24 Apr 2020 17:52 WIB

Kerugian Akibat Banjir di Rejang Lebong Capai Rp 1,5 Miliar

Banjir dan tanah longsor berdampak pada 13 desa dan kelurahan di lima kecamatan.

Warga berdiri di teras rumahnya yang terendam banjir. ilustrasi
Foto: Antara/Rahmad
Warga berdiri di teras rumahnya yang terendam banjir. ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, REJANG LEBONG -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu menyebut kerugian akibat banjir di daerah itu yang terjadi sehari sebelumnya ditaksir mencapai Rp 1,5 miliar.

Kepala Pelaksana BPBD Rejang Lebong M Budianto di Rejang Lebong, Jumat, mengatakan hujan deras yang terjadi pada Kamis dini hari (23/4) di wilayah itu menyebabkan banjir dan tanah longsor yang berdampak pada 13 desa dan kelurahan di lima kecamatan di Rejang Lebong.

"Kerugian akibat banjir Kamis pagi kemarin diperkirakan mencapai Rp 1,5 miliar. Angka tersebut didapat setelah dilakukan rekapitulasi kerugian yang dialami warga dari masing-masing desa dan kelurahan di lima kecamatan," ujarnya.

Besarnya nilai perkiraan kerugian akibat banjir ini, tambah dia, karena banyaknya pemukiman warga yang terendam dan sebagian ada yang mengalami kerusakan kategori ringan dan sedang. Selain itu, banjir tersebut juga menyebabkan lahan pertanian juga terendam banjir, sehingga gagal panen, bahkan ada kolam ikan warga yang jebol.

Berdasarkan pendataan, rumah warga yang terdampak mencapai 312 unit, dengan lokasi terbanyak berada di Kelurahan Jalan Baru, Kecamatan Curup, yakni 106 unit rumah. Kemudian di Kelurahan Pasar Tengah 31 unit dan di Kelurahan Kepala Siring 30 unit.

Sedangkan lainnya dialami warga di Kelurahan Kampung Jawa, Karang Anyar, dan Kelurahan Kesambe Baru, Desa Kampung Delima, Desa Duku Ulu, Desa Duku Ilir, Kelurahan Talang Benih, Kelurahan Dusun Curup, serta Desa Suban Ayam.

Selain rumah yang terdampak banjir, pihaknya juga mencatat ada tiga titik longsor yang mengakibatkan jalan penghubung antar-desa tertimbun tanah, di antaranya di wilayah Desa Sindang Jati, Desa Sindang Jaya di Kecamatan Sindang Kelingi serta Desa Kayu Manis, Kecamatan Selupu Rejang.

Banjir yang terjadi di daerah itu, katanya, akibat meluapnya tiga sungai, yakni sungai Air Putih, Air Duku serta sungai Musi, namun tidak ada korban jiwa.

Sementara itu, upaya pembersihan material banjir dan longsor sudah dilakukan pihaknya bersama dengan aparat TNI/Polri, PMI, organisasi massa serta warga masing-masing desa dan kelurahan terdampak.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement