Jumat 24 Apr 2020 17:22 WIB

Erick Thohir Minta RS BUMN Pakai Produk Kesehatan Lokal

Penggunaan obat hingga alat kesehatan lokal untuk mewujudkan ketahanan kesehatan.

Menteri BUMN Erick Thohir
Foto: Republika/Prayogi
Menteri BUMN Erick Thohir

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri BUMN Erick Thohir meminta seluruh rumah sakit BUMN mengutamakan produk dalam negeri, baik obat maupun alat kesehatan. Langkah ini untuk mewujudkan ketahanan kesehatan atau health security.

"Sesuai dengan peraturan presiden yang mewajibkan penggunaan produk dalam negeri, untuk upaya pelaksanaan health security nasional, saya meminta seluruh RS BUMN yang tersebar di seluruh Indonesia untuk mengutamakan penggunaan produk dalam negeri, baik itu obat hingga alat kesehatan," ujar Erick Thohir dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (24/4).

Baca Juga

Menteri BUMN juga menegaskan, penyusunan peta jalan yang direncanakan ini merupakan wujud sinergi antara BUMN dan swasta. Hasilnya, ekosistem bisnis di industri ini sehat.

"Saya bukan anti impor. Tapi, dari pandemi COVID-19 ini, kita semua belajar bahwa kita harus mampu mewujudkan ketahanan kesehatan nasional, di mana semua pihak berperan besar mewujudkannya," katanya.

Menteri BUMN juga mengimbau semua pihak mulai dari BUMN, regulator, swasta, sampai akademisi dan periset memiliki visi sama untuk mengurangi ketergantungan impor secara bertahap. "Akademisi, periset, BUMN, swasta, BUMD, RS, BPJS, LKPP juga regulator semua harus punya visi yang sama bahwa sedikit demi sedikit kita harus mengurangi ketergantungan terhadap impor," kata Erick.

Kementerian BUMN tengah fokus dalam membangun ketahanan kesehatan nasional. Upaya ini dilakukan selain bisa meningkatkan daya saing industri kesehatan dalam negeri juga bisa menjadi benteng pertahanan dalam menghadapi segala wabah penyakit ke depannya.

Menteri Erick telah berdiskusi dengan Gakeslab Indonesia, yaitu Perkumpulan Organisasi Perusahaan Alat-alat Kesehatan dan Laboratorium Indonesia, pada Kamis (23/4) mengenai adanya pengadaan alat kesehatan dan laboratorium di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini. Sebelumnya, ia menegaskan, sudah seharusnya Indonesia sebagai negara besar memiliki cetak biru strategi untuk ketahanan kesehatan.

Erick mengaku sedih dan prihatin karena mayoritas bahan baku obat untuk industri farmasi nasional dan alat-alat kesehatan di Indonesia diimpor dari luar negeri. Menurut dia, hal tersebut juga terjadi pada alat-alat kesehatan di Indonesia yang mayoritas masih diimpor dari luar negeri.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement