Tips Menyiapkan Ramadhan Pertama Bagi Mualaf (2-Habis)

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Ani Nursalikah

 Kamis 23 Apr 2020 05:26 WIB

Tips Menyiapkan Ramadhan Pertama Bagi Mualaf (2-Habis) Foto: republika/mgrol101 Tips Menyiapkan Ramadhan Pertama Bagi Mualaf (2-Habis)

Bagi mualaf, berpuasa mungkin adalah hal yang tidak biasa dan bahkan berat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bulan Ramadhan tinggal satu hari lagi. Di bulan ini, umat Muslim diwajibkan untuk berpuasa dalam satu bulan lamanya. Bagi mualaf yang belum pernah membiasakan puasa atau setelah sekian lama tidak berpuasa, menjalankan kewajiban puasa Ramadhan mungkin butuh penyesuaian. Namun, itu tidak berarti kita tidak bisa sukses menjalani puasa.

Berikut tips bagi mualaf agar bisa menjalani puasa Ramadhan dengan sukses dan berkah, seperti dilansir di About Islam.

6. Tetap menjaga hidrasi tubuh

Baca Juga

Penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Akan tetapi, di bulan Ramadhan, bisa sulit untuk meminum banyak air dalam waktu singkat. Terutama, bagi mereka yang menjalani puasa di negara-negara di mana durasi malam sangat singkat. 

Untuk mengatasinya, dianjurkan banyak meminum air dan mendapatkan cairan lain dari sayuran, buah-buahan, saat sahur dan berbuka. Selain air mineral, asupan air ekstra bagi tubuh bisa didapat dari mengonsumsi buah-buahan. Buah berair seperti semangka dan air kelapa bisa menjadi makanan diet Anda saat sahur dan berbuka.

7. Puasa tidak hanya tentang menahan lapar dan dahaga

Pola pikir sangat penting ketika kita menjalankan puasa selama sebulan penuh. Berpuasa tidak hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga berpuasa atau menahan diri dari kebiasaan buruk. Kuncinya adalah keyakinan pada Allah. Sehingga, kita juga berupaya untuk berpuasa dari kesalahan, perbuatan haram, kebiasaan buruk, dan hawa nafsu lainnya. Karena itu, pentingnya untuk memahami apa saja yang bisa membatalkan puasa.

8. Manfaatkan waktu di siang hari untuk tidur sejenak

Tidur nyenyak di siang hari saat berpuasa disebut dapat membantu membuat tubuh lebih segar, terutama untuk melaksanakan shalat tarawih di malam hari. Karena itu, Anda bisa tidur sejenak dengan nyenyak di siang hari untuk meningkatkan energi dan produktivitas.

Namun, sebagian orang mungkin mendapati tidur siang membuat mereka merasa lebih lapar atau lesu. Karena itu, lakukan saja apa yang membuat tubuh Anda merasa nyaman.

9. Sesuaikan dengan kondisi tubuh Anda

Puasa Ramadhan memang merupakan kewajiban bagi Muslim. Akan tetapi, agama juga memberikan keringanan bagi mereka yang tidak mampu berpuasa.

Islam tidak memberatkan umatnya dalam berpuasa. Karena itu, diperbolehkan untuk tidak memaksakan puasa atau membatalkan puasa jika ada alasan tertentu yang memang dibolehkan dalam ketentuan agama. Misalnya, karena mengidap penyakit, tengah bepergian (safar), kehamilan atau menyusui bagi perempuan.

Namun, ada ketentuan yang harus dilakukan saat kita tidak atau membatalkan puasa di bulan Ramadhan. Sebab, berpuasa Ramadhan bagaimanapun hukumnya wajib. Bagi yang merasa mampu untuk berpuasa di tengah kondisi tertentu, maka berdoalah agar Allah memberikan kemudahan dan menerima puasa kita.

Baca juga: Tips Menyiapkan Ramadhan Pertama Bagi Mualaf (1)

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X