Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

53 Warga Mukomuko Positif Demam Berdarah

Selasa 21 Apr 2020 21:38 WIB

Red: Ani Nursalikah

53 Warga Mukomuko Positif Demam Berdarah. Foto ilustrasi.

53 Warga Mukomuko Positif Demam Berdarah. Foto ilustrasi.

Foto: Antara/Syifa Yulinas
Semua pihak di Mukomuko diminta melakukan gerakan kebersihan lingkungan.

REPUBLIKA.CO.ID, MUKOMUKO -- Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menyebutkan ada 53 orang warga setempat yang positif demam berdarah dengue (DBD) sejak Januari hingga April 2020.

“Ada penambahan dua orang yang positif DBD dalam bulan ini, sehingga totalnya menjadi 53 orang,” kata Pengelola Program DBD Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko Bara Lendra dalam keterangannya, Selasa (21/4).

Puluhan orang di daerah ini yang positif terjangkit DBD tersebut pada Januari sebanyak 23 orang, Februari sebanyak 11 orang, Maret sebanyak 14 orang, dan dua orang pada April tahun ini. Dari 53 orang warga yang tersebar di sejumlah wilayah di daerah ini yang positif terjangkit DBD, satu orang warga di antaranya yang meninggal dunia.

Satu orang yang positif terjangkit DBD tersebut meninggal dunia berasal dari Kecamatan Ipuh. Satu orang ini meninggal dunia selain karena pengaruh DBD dan komplikasi dengan penyakit lain.

Terhadap puluhan warga yang positif DBD ini, ia menyatakan, petugas kesehatan setempat telah melakukan berbagai tindakan penanganan, berupa penyelidikan dan epidemiologi (PE) dan melakukan pengasapan fokus di lokasi yang ditemukan kasus warga yang positif DBD. Selain itu, instansinya meminta kepada seluruh kepala perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa, ketua RT, dan seluruh masyarakat serta pimpinan perusahaan swasta di lingkungan pemerintah setempat untuk mengambil tindakan pencegahan penularan dan penyebaran penyakit ini.

Semua pihak di daerah diminta melakukan gerakan kebersihan lingkungan, seperti pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui peran serta masyarakat dengan menguras, menutup dan memanfaatkan barang bekas untuk mencegah gigitan nyamuk. Kemudian mengaktifkan kembali gerakan Jumat bersih di semua sekolah di daerah ini, tempat-tempat umum dan lingkungan perkantoran serta kelurahan, desa dan RT.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA