Monday, 28 Ramadhan 1442 / 10 May 2021

Monday, 28 Ramadhan 1442 / 10 May 2021

IHSG Melemah, Pelaku Pasar Masih Wait and See

Selasa 21 Apr 2020 17:43 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Fuji Pratiwi

Karyawan melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. IHSG ditutup melemah pada perdagangan Selasa (21/4).

Karyawan melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. IHSG ditutup melemah pada perdagangan Selasa (21/4).

Foto: Republika/Prayogi
Pelaku pasar masih sangat terpengaruh oleh penurunan harga minyak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan Selasa (21/4). Indeks saham konsisten melemah hingga 73 poin atau 1,62 persen menjadi 4.501,91. Penurunan terbesar IHSG hari ini didorong sektor properti, pertambangan, perkebunan, perdagangan dan keuangan yang bergerak negatif. 

Menurut Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, pelaku pasar masih sangat terpengaruh oleh penurunan harga minyak. "Turunnya permintaan sepanjang wabah Covid-19 berlangsung akan memberikan dampak yang lebih besar pada perlambatan ekonomi," kata Nico, Selasa (21/4).

Selain harga minyak, pelaku pasar saat ini juga terfokus pada kinerja pertumbuhan ekonomi Korea Selatan untuk semester-I 2020. Ekonomi Korea Selatan diproyeksikan akan turun lebih lebar sejak 2008 pada kuartal pertama. Hal tersebut dikarenakan krisis kesehatan virus corona telah merusak aktivitas bisnis dan permintaan global. 

Baca Juga

Produk domestik bruto untuk periode Januari-Maret diperkirakan akan mengalami kontraksi musiman yang disesuaikan sebesar 1,5 persen dari kuartal sebelumnya yang tumbuh 1,3 persen. Menurut Nico, hal tersebut tentunya akan sangat berdampak bagi Indonesia. Korea Selatan saat ini menjadi lima besar mitra dagang strategis Indonesia pada 2019. 

"Kondisi politik dan bisnis pada pasar global tersebut menjadikan pelaku pasar dalam negeri memilih untuk wait and see. Hal tersebut juga tergambarkan pada IHSG yang bergerak sideway dalam satu bulan terakhir," ungkap Nico.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA