Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

WHO Pesan 30 Juta Alat Tes Covid-19

Selasa 21 Apr 2020 16:00 WIB

Rep: kam\/ Red: Esthi Maharani

Direktur Jenderal World Health Organization (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus

Direktur Jenderal World Health Organization (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus

Foto: AP
Alat tes Covid-19 akan disalurkan ke berbagai negara lewat UN Supply Chain

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan memesan 30 juta alat tes Covid-19 selama empat bulan ke depan. Alat itu nantinya akan disalurkan ke berbagai negara melalui UN Supply Chain yang baru dibentuk.

Pengiriman pertama alat tes Covid-19 dilakukan pekan depan. Menurut Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus hingga Mei nanti, hampir 180 juta masker bedah, 54 juta masker N95, dan lebih dari tiga juta kacamata pelindung akan turut dikirimkan ke negara-negara yang paling membutuhkannya.

Dalam hal ini, Ghebreyesus sangat mengapresiasi kontribusi Jack Ma Foundation yang menyumbangkan 100 juta masker, satu juta masker N95, dan satu juta alat tes Covid-19.

"Kami melakukan diskusi yang sangat produktif dengan Jack Ma kemarin dan dia ingin terus mendukung negara-negara yang membutuhkan," katanya dalam pengarahan media pada Senin (20/4), dikutip laman UN News.

Ghebreyesus pun berterima kasih atas dukungan yang diberikan negara anggota G20 terhadap WHO. "Saya juga menghargai pernyataan (kelompok) G77 dan Gerakan Non-Blok yang menyatakan dukungan kuat mereka untuk WHO," ucapnya.

Dia menekankan WHO akan terus memberikan dukungan teknis, ilmiah, dan keuangan untuk studi terkait Covid-19 yang saat ini dilakukan di seluruh dunia. "Komitmen WHO adalah pada sains, solusi, dan solidaritas," ujar Ghebreyesus.

Hingga saat ini terdapat lebih dari 2,4 juta kasus Covid-19 di seluruh dunia. Virus telah menyebabkan sedikitnya 170 orang meninggal.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA