Selasa 21 Apr 2020 13:56 WIB

Harga Minyak Anjlok, Pertamina Turunkan Kapasitas Produksi

Produksi minyak Pertamina turun 2 persen menjadi 421 ribu barel per hari.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Friska Yolandha
Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati menjelaskan meski memang secara nilai keekonomian produksi tidak bisa berhenti total, namun perusahaan bisa melakukan pengurangan kapasitas produksi. Ia menjelaskan untuk pengeboran berkurang 10 persen yang sejalan dengan efisiensi capex dan opex.
Foto: GALIH PRADIPTA/ANTARA FOTO
Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati menjelaskan meski memang secara nilai keekonomian produksi tidak bisa berhenti total, namun perusahaan bisa melakukan pengurangan kapasitas produksi. Ia menjelaskan untuk pengeboran berkurang 10 persen yang sejalan dengan efisiensi capex dan opex.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pertamina (Persero) memutuskan untuk memangkas kapasitas produksi sumur pada sumur eksplorasi dan juga sumur eksploitasi. Penurunan kapasitas produksi berkisar sampai 10 persen.

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati menjelaskan meski memang secara nilai keekonomian produksi tidak bisa berhenti total, namun perusahaan bisa melakukan pengurangan kapasitas produksi. Ia menjelaskan untuk pengeboran berkurang 10 persen yang sejalan dengan efisiensi capex dan opex.

Baca Juga

"Jadi karena tidak bisa berhenti produksi terutama untuk sumur yang sudah dieksplorasi maka kami lakukan pengurangan kapasitas produksi saja," ujar Nicke dalam rapat daring bersama Komisi VII DPR RI, Selasa (21/4).

Ia menjelaskan produksi minyak Pertamina turun 2 persen menjadi 421 ribu barel per hari. Sedangkan produksi gas diturunkan menjadi 4 persen. Sayangnya, penurunan produksi ini tidak bisa dilakukan di sumur geothermal, sehingga Pertamina mau tidak mau membuang saja produksi gas dari sumur panas bumi ini.

"Jadi total rata-rata penurunan 3 persen. Geothermal karena tidak bisa ditutup dan demand PLN juga turun, maka terbuang saja," ujar Nicke.

Ia juga menjelaskan perusahaan melakukan pengurangan capex di hulu sebesar 25-30 persen. "Sehingga dari sisi produksi kita lakukan sangat minimal, sumur eksplorasi baru turun, sumur eksploitasi juga diturunkan. 923 ke 894 ribu boepd. produksi total," ujar Nicke.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement