Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Ini Alasan Bandara Juanda Kurangi Area Operasional

Selasa 21 Apr 2020 06:02 WIB

Red: Friska Yolandha

Suasana konter check-in penumpang di Terminal 2 Bandara Internasional  Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (7/4/2020). Pemerintah melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menetapkan larangan sementara masuk dan transit ke wilayah Indonesia bagi Warga Negara Asing (WNA) mulai tanggal 2 April 2020 hingga waktu yang belum ditentukan untuk mencegah penyebaran COVID-19 menyebabkan maskapai penerbangan internasional mengambil langkah dan kebijakan berupa pemberhentian operasional sementara

Suasana konter check-in penumpang di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (7/4/2020). Pemerintah melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menetapkan larangan sementara masuk dan transit ke wilayah Indonesia bagi Warga Negara Asing (WNA) mulai tanggal 2 April 2020 hingga waktu yang belum ditentukan untuk mencegah penyebaran COVID-19 menyebabkan maskapai penerbangan internasional mengambil langkah dan kebijakan berupa pemberhentian operasional sementara

Foto: ANTARA / Umarul Faruq
Selama kuartal I 2020, jumlah penumpang Bandara Juanda turun 8 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, SIDOARJO -- Bandara Internasional Juanda Surabaya, di Sidoarjo Jawa Timur mengurangi area operasional atau downsizing area. Penurunan jumlah penumpang menjadi salah satu alasannya.

Sebelumnya, Bandara Juanda beroperasi dari gate 1 hingga 12. Kini, yang digunakan hanya gate 1 sampai dengan gate 7 menyusul adanya penyebaran virus Corona atau Covid-19.

General Manager Bandar Udara Internasional Juanda Kolonel Laut (P) Heru Prasetyo mengatakan untuk strategi pengurangan lokasi operasional yaitu untuk terminal 1 area keberangkatan hanya dioperasikan gate 1 hingga gate 7. "Hal ini karena terjadi penurunan jumlah penumpang mulai akhir Maret hingga saat ini," katanya melalui keterangan tertulis, Senin (20/4).

Baca Juga

Ia mengatakan, selama kuartal I kemarin Bandara Juanda melayani 3,6 juta penumpang. Jumlah ini turun sebesar 8,14 persen dibanding tahun lalu yang mencapai 3,9 juta penumpang.

"Sementara data pergerakan pesawat di triwulan I sejumlah 31 ribu pergerakan atau tumbuh 4,05 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sejumlah 30 ribu pergerakan," katanya.

Menurutnya, berdasarkan data kinerja operasional selama periode bulan April, pergerakan pesawat dan penumpang pun mencatatkan penurunan jumlah. Sejak tanggal 1 hingga tanggal 18 April, penumpang yang dilayani sejumlah 178 ribu atau turun sebesar 73 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yakni sejumlah 683 ribu penumpang.

Sedangkan untuk jumlah pesawat, kata dia, tercatat 2,8 ribu pergerakan atau turun 51 persen dibanding tahun lalu sejumlah 5,8 ribu pergerakan pesawat.

"Sehingga mencermati hal tersebut secara korporasi kami harus mengambil kebijakan berupa pengurangan area operasional, untuk mengefisienkan alat produksi namun tidak mengurangi kualitas layanan dengan standar keselamatan dan keamanan penerbangan," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA