Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Empat Tenaga Medis RSUP Sardjito Positif Covid-19

Senin 20 Apr 2020 20:36 WIB

Red: Andri Saubani

Ruang isolasi khusus Melati V di RSUP Sardjito, Yogyakarta, Senin (20/1). (ilustrasi)

Ruang isolasi khusus Melati V di RSUP Sardjito, Yogyakarta, Senin (20/1). (ilustrasi)

Foto: Republika/ Wihdan
Empat tenaga medis positif Covid-19 terdiri atas tiga dokter dan seorang perawat.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Manajemen Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito Yogyakarta menyatakan empat tenaga medisnya positif terinfeksi virus corona jenis baru (Covid-19). Kepala Bagian Humas dan Hukum RSUP Dr Sardjito Banu Hermawan di Yogyakarta, Senin(20/4), mengatakan empat tenaga medis itu terdiri atas tiga orang dokter dan seorang perawat.

"Yang saya sebutkan tadi hasilnya positif (Covid-19) semua," kata Banu.

Menurut Banu, tiga dokter yang dinyatakan positif ovid-19, terinfeksi ketika ketiganya bersinggungan di DKI Jakarta. Demikian pula dengan satu perawat juga terpapar setelah bersinggungan dari DKI Jakarta.

Oleh sebab itu, kendati empat tenaga medis di RSUP Dr Sardjito positif Covid-19, Banu memastikan bahwa hingga kini belum ada penularan lokal virus corona baru, khususnya di kalangan tenaga medis di RSUP Dr Sardjito.

"Jadi belum ada paparan lokal untuk tenaga medis kita," kata dia.

Saat ini keempat tenaga medis itu telah diisolasi. Berdasarkan uji swab yang dilakukan sebanyak tiga kali, seluruhnya masih menunjukkan hasil positif Covid-19.

"Tapi secara klinis kondisinya membaik artinya tidak ada keluhan pemberat tapi swab bersangkutan belum menunjukkan negatif," kata dia.

Untuk melindungi tenaga medis dari paparan Covid-19, ia mengatakan seluruh pasien atau pengunjung RSUP Dr Sardjito diwajibkan menggunakan masker. Setiap orang yang masuk ke rumah sakit itu harus melalui pengecekan suhu tubuh.

Ia juga meminta setiap pasienyang masuk ke RSUP Dr Sardjito bersikap jujur saat memberikan keterangan kepada tenaga medis terkait kondisi fisik maupun riwayat aktivitasnya sebelum sakit.

"Kami ingin melindungi tenaga medis yang ada di rumah sakit ini sebagaigarda terdepan melawan Covid-19 sehingga jangan sampai tertular oleh pasien yang tidak jujur," kata dia.


sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA