Senin 20 Apr 2020 19:02 WIB

Jaring Pengaman Sosial Sasar Pedagang dan Penjaga Sekolah

Jaring pengaman sosial di Kota Jambi kami rancang menyasar sektor pekerja informal

Petugas Jaring Pengaman Sosial (JPS) swadaya tingkat desa memberikan bantuan sembako kepada warga terdampak COVID-19 di Perumahan Candi Asri, Kedu, Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (8/4/2020). Warga setempat secara swadaya melakukan iuran yang hasilnya disumbangkan kepada warga terdampak COVID-19 berupa sembako dan hand sanitizer
Foto: ANTARA/anis efizudin
Petugas Jaring Pengaman Sosial (JPS) swadaya tingkat desa memberikan bantuan sembako kepada warga terdampak COVID-19 di Perumahan Candi Asri, Kedu, Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (8/4/2020). Warga setempat secara swadaya melakukan iuran yang hasilnya disumbangkan kepada warga terdampak COVID-19 berupa sembako dan hand sanitizer

REPUBLIKA.CO.ID, JAMBI — Jaring pengaman sosial yang dirancang Pemerintah Kota Jambi Provinsi Jambi menyasar penjaga dan pedagang makanan di sekolah-sekolah yang perekonomiannya terdampak pandemi virus corona (COVID-19).

“Jaring pengaman sosial di Kota Jambi kami rancang menyasar sektor pekerja informal, seperti penjaga sekolah, pedagang makanan di sekolah atau kantin, ojol dan pekerja informal lainnya,” kata Wali Kota Jambi Syarif Fasha di Jambi, Senin.

Jaring pengaman sosial berupa bantuan bahan pokok makanan untuk penjaga dan pedagang makanan di sekolah dihimpun oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Jambi. Bantuan tersebut dihimpun dari guru sekolah negeri dan swasta di Kota Jambi. Bantuan tersebut akan diberikan kepada penjaga dan pedagang kantin sekolah tingkat PAUD, TK, SD dan SMP.

Ada 2.189 paket sembako yang berisi bahan pokok. Bantuan tersebut diberikan dalam beberapa tahap, yakni menjelang bulan Ramadhan, pada saat bulan Ramadhan dan menjelang hari raya Idul Fitri 1441 Hijriah. Bantuan tahap pertama diberikan pada hari ini Senin,(20/4) di sekolah masing-masing.

Sri Wartini pedagang di kantin SMPN 11 Kota Jambi mengaku senang mendapatkan bantuan paket sembako berupa bahan makanan tersebut, karena sejak instruksi pemerintah untuk merumahkan anak-anak sekolah sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19, dirinya dan pedagang lainnya tidak memiliki pemasukan.

“Sudah dua bulan sejak anak-anak sekolah di rumahkan kita tidak ada pemasukan lagi, senang dengan adanya bantuan ini sehingga bisa memenuhi kebutuhan dapur menjelang Ramadhan,” kata Sri Wartini.

Sri Wartini berharap pandemi COVID-19 ini dapat segera berlalu dan aktifitas masyarakat dapat berjalan dengan normal kembali.

Selain itu, Sri Wartini meminta kepada masyarakat agar mematuhi instruksi pemerintah, karena ia bersama pedagang makanan di kantin sekolah lainnya merupakan salah satu kelompok yang sangat terdampak dengan adanya pandemi COVID-19 tersebut.

Selain itu, Gugus Tugas COVID-19 Kota Jambi turut memberikan bantuan sembako untuk masyarakat Kota Jambi di 62 kelurahan di 11 Kecamatan di Kota Jambi. Ada 15 ribu paket sembako yang dibagikan secara serentak di kelurahan masing-masing.

“Pembagian sembako ini diberikan secara bertahap agar pembagiannya tepat sasaran, karena pembagian paket sembako ini akan dievaluasi,” kata Syarif Fasha.

Dijelaskannya, jika pembagian paket sembako pada tahap pertama ada warga dalam kategori mampu menerima, maka pada tahap kedua dan ketiga tidak akan mendapatkan bantuan.

Selain itu, Fasha turut mengimbau agar masyarakat yang seharusnya berhak menerima bantuan tersebut namun pada tahap pertama belum menerima untuk dapat melapor ke Gugus Tugas COVID-19, atau ke lurah dan camat setempat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement