Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Tak Hanya Masker, Hal Ini Harus Dilakukan Hadapi Covid-19

Senin 20 Apr 2020 13:37 WIB

Red: Ratna Puspita

Ilustrasi Stres. Tak hanya menjaga imunitas, memakai masker, hingga menggunakan cairan disinfektan, masyarakat Indonesia perlu melakukan beberapa hal lain, yaitu menjaga iman, harapan, dan pikiran.

Ilustrasi Stres. Tak hanya menjaga imunitas, memakai masker, hingga menggunakan cairan disinfektan, masyarakat Indonesia perlu melakukan beberapa hal lain, yaitu menjaga iman, harapan, dan pikiran.

Foto: Mgrol101
Masyarakat Indonesia melakukan hal lain, yaitu menjaga iman, harapan, dan pikiran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tak hanya menjaga imunitas, memakai masker, hingga menggunakan cairan disinfektan, motivator Merry Riana meminta masyarakat Indonesia melakukan beberapa hal lain. Yaitu, menjaga iman, harapan, dan pikiran.

Merry mengungkap dalam kurun waktu sebulan terakhir selalu ada imbauan supaya masyarakat menjaga kesehatan, menjaga imunitas daya tahan tubuh, menggunakan cairan disinfektan, hingga pakai masker. Ia mengakui hal itu memang penting karena masker kain dan disinfektan bisa membuat tubuh sehat secara fisik. 

Baca Juga

"Tetapi upaya itu tidak cukup karena hanya sehat secara jasmani namun bagaimana dengan pikiran kita? Kita harus menjaga iman, harapan, pikiran," ujarnya saat video conference akun Youtube saluran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Senin (20/4).

Saat ini, ia menyebutkan, masyarakat banyak membaca dan menonton berita menakutkan termasuk hoaks terkait virus corona SARS-CoV2 (Covid-19).  Alhasil, ia mengakui meski masyarakat meski tidak kemana-mana tetapi merasa ketakutan.

"Kalau tidak membatasinya kemudian kita takut, virus yang buat takut itu bisa melemahkan imun kita dan situasinya tidak baik. Jadi hati-hati yang masuk dalam pikiran, jadi harus tetap optimistis," ujarnya.

Merry juga menyarankan masyarakat untuk tidak terputus dari dunia luar. Ia meminta masyarakat tetap berartisipasi aktif untuk memaksimalkan hidup. Selain itu, ia meminta masyatakat yang melakukan social distancing membuka pikirannya dan siap mendengarkan hal-hal baru.  

Saat beradaptasi dengan situasi baru saat ini, ia meminta masyarakat penting membuka pikirannya. Ia meminta masyatakat juga melakukan action atau tindakan.

"Itu hal paling penting yang membedakan orang yang hidupnya berubah setelah mendapatkan materi. Jadi jangan hanya mencatat, tetapi juga dipraktikan," katanya.

Selain itu, ia meminta masyarakat jangan memprotes keadaan saat ini melainkan harus berproses. Ia meminta masyarakat harus move on karena keadaan yang sama juga dialami di negara-negara lain. 

Ia menganalogikan kondisi yang dialami masyarakat saat ini seperti proses ulat menjadi kupu-kupu yang menyakitkan yang tidak bebas bergerak. Namun, bisa bertransformasi menjadi hewan yang cantik dan bisa terbang.

"Jadi Indonesia bisa pulih. Sesulit apapun keadaannya Indonesia tetap punya harapan, bertahan, fokus ke depan, dan menang melawan corona," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA