Senin 20 Apr 2020 10:51 WIB

BPTJ Catat Penurunan Penumpang Bus AKAP

Meski penumpang turun signifikan, BPTJ tetap memberlakukan protokol kesehatan.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolandha
Pekerja membersihkan bagian belakang bus di Terminal Penumpang Tipe A Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat.  Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mencatat penurunan penumpang bus antar kota antarprovinsi (AKAP) selama masa pandemi virus korona atau Covid-19.
Foto: Antara/Arif Firmansyah
Pekerja membersihkan bagian belakang bus di Terminal Penumpang Tipe A Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat. Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mencatat penurunan penumpang bus antar kota antarprovinsi (AKAP) selama masa pandemi virus korona atau Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mencatat penurunan penumpang bus antar kota antarprovinsi (AKAP) selama masa pandemi virus corona atau Covid-19. Kepala BPTJ Polana B Pramesti mengatakan penurunan tersebut terpantau dari evaluasi data pelayanan di Terminal Baranangsiang (Bogor), Terminal Jatijajar (Depok) Terminal Poris Plawad (Kota Tangerang), dan Terminal Pondok Cabe (Tangerang Selatan).

Polana mengatakan di Terminal Baranangsiang, Bogor pada Januari 2020 tercatat penumpang AKAP yang datang sejumlah 20.164 orang namun mulai turun pada Februari 2020. “Penumpang yang datang di Terminal Baranangsiang pada Fabruari 2020 turun 3,55 persen menjadi 19.448 penumpang perhari hari,” kata Polana, Senin (20/4).

Baca Juga

Selanjutnya, penurunan penumpang yang datang di Terminal Baranangsiang pada Maret 2020 juga tuun 83,35 persen atau hanya 3.356 orang. Begitu juga untuk keberangkatan di Terminal Baranagsiang pada Januari 2020 masih tercatat 50.718 penumpang namun pada Februari 2020 turun 13,57 persen menjadi 43.832 orang dan pada Maret 2020 penumpamng yang berangkat hanya 8.467 penumpang atau turun 83,30 persen.

Sementara itu, di Terminal Pondok Cabe, Tangerang Selatan pada Januari 2020 kedatangan penumpang tercatat masih sebanyak 1.401 orang. Selanjutnya penurunan terjadi pada Februari 2020 28,76 peren menjadi 998 orang dan pada Maret 2020 turun 37,04 persen menjadu 882 orang.

Penumpang untuk keberangkatan di Terminal Pondol Cabe juga menurun. Pada Januari 2020 terdapat sebanyak 2.289 orang yang berangkat dan turun menjadi 2.003 orang pada Februari 2020. Penurunan juga terus terjadi pada maret 2020 sebesar 8,16 persen.

Sementara itu di Terminal Jatijajar Depok, jumlah penumpang kedatangan pada Januari 2020 sebesar 3.297 orang menurun menjadi 1.734 orang pada Februari 2020 dan hanya 1.187 orang pada Maret 2020 atau turun 63,99 persen. Begitu juga untuk keberangkatan di Terminal Jatijajar pada Januari 2020 masih tercatat 17.104 orang namun turun pada Februari 2020 menjadi 14.225 orang dan terus turun pada Maret 2020 sebesar 27,28 persen menjadi 12.437 penumpang.

Lalu di Terminal Poris Plawad, Tangerang pada Januari 2020 masih mencatat kedatangan jumlah penumpang sebanyak 4.777 orang. Pada bulan Februari 2020 menurun menjadi 2.718 orang atau turun 43,10 persen dan Maret 2020 tercatat 2246 orang atau turun 52,98 persen. Sementara itu untuk keberangkatan di Terminal Poris Plawad pada Januari 2020 sebanyak sebanyak 20.298 orang dan turun menjadi 18.849 orang pada Februari 2020. Hanya saja pada Maret 2020 angka keberangkatan kembali naik mendekati masa normal yaitu sebanyak 20.292 orang.

Meskipun jumlah penumpang menurun siginifikan, Polana memastikan BPTJ tetap konsisten memberlakukan protokol kesehatan di dalam pengelolaan terminal yang menjadi kewenangannya. “Pemberlakuan protokol itu sendiri telah dilakukan sejak 4 Maret 2020 berdasarkan Surat Edaran Kepala BPTJ No 4 Tahun 2020,” ungkap Polana.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement