Wednesday, 9 Ramadhan 1442 / 21 April 2021

Wednesday, 9 Ramadhan 1442 / 21 April 2021

Kowad dan Polwan Buka Dapur Umum Selama PSBB

Senin 20 Apr 2020 09:47 WIB

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra

Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad).

Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad).

Foto: Antara
Sejumlah paket makanan yang kemudian dibagikan ke warga sekitar Kampung Cicadas.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Sejumlah personel pasukan Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) Kodim 0621/Kabupaten Bogor bersama anggota Polisi Wanita (Polwan) Polres Bogor membuka dapur umum di Kampung Cicadas, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ditengah pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Kasat Binmas Polres Bogor, AKP Achmad Budi Santoso, menyebutkan, dari dapur umum itu mereka menghasilkan sejumlah paket makanan yang kemudian dibagi-bagikan ke masyarakat sekitar. "Di hari ini kami telah mendsitribusikan 500 nasi bungkus dan 50 masker kain kepada warga sekitar," ujarnya, Ahad (20/4).

Kapolres Bogor, AKBP Roland Ronaldy mengatakan, kegiatan berupa dapur umum ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Polres Bogor, Kodim 0621 dan jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. "Ini merupakan kegiatan rutin yang kami lakukan bersama untuk membantu masyarakat di tengah pelaksanaan PSBB," kata Roland.

Di samping itu, menurut Roland, ada sebanyak 1.020 personel gabungan dari TNI-Polri dan Pemerintah Kabupaten Bogor terlibat pengawasan PSBB di wilayah Kabupaten Bogor Jawa Barat.

"Gabungan dari Polres Bogor, Kodim 0621/Kabupaten Bogor, dan Pemkab Bogor, itu total 1.020 orang," beber mantan penyidik di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.

Menurut Roland, setiap personel disebar ke 55 titik pengawasan PSBB di berbagai sudut jalan raya Kabupaten Bogor selama 24 jam, dibagi menjadi tiga shift. Masing-masing shift diisi oleh empat orang personel.

Roland mengatakan, konsep pemberlakuan PSBB di Kabupaten Bogor serupa dengan DKI Jakarta dan daerah lain di Jawa Barat yang turut menerapkan serentak, salah satunya yaitu penumpang angkutan hanya boleh 50 persen dari kapasitas angkutan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA