Ahad 19 Apr 2020 22:25 WIB

Pembersihan Longsor di Solok-Muaro Labuh Butuh Tujuh Hari

Pembersihan longsor di jalan lintas Solok-Muaro Labuh butuh tujuh hari.

[Ilustrasi] Pembersihan longsor di jalan lintas Solok-Muaro Labuh (Solok Selatan) diperkirakan membutuhkan waktu tujuh hari.
Foto: ANTARA/Andreas Fitri Atmoko
[Ilustrasi] Pembersihan longsor di jalan lintas Solok-Muaro Labuh (Solok Selatan) diperkirakan membutuhkan waktu tujuh hari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pembersihan longsor di jalan lintas Solok-Muaro Labuh (Solok Selatan) diperkirakan membutuhkan waktu lima hingga tujuh hari.

"Menurut teknis Dinas PU Provinsi, pembersihan material longsor diperkirakan mencapai lima hingga tujuh hari," kata Camat Lembah Gumanti, Zaitul Ikhlas di Lembah Gumanti, Ahad (19/4)

Hal tersebut dikarenakan longsor tidak hanya menutup akses jalan saja, namun juga membuat badan jalan ikut amblas.

Menurutnya, longsor sepanjang 25 meter tersebut tidak hanya menutup jalan utama Solok-Muara Labuh, namun material longsor juga menyeret dua unit rumah penduduk.

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam musibah itu, namun diperkirakan akses utama antara Kabupaten Solok dengan Solok Selatan tersebut akan terputus lebih dari lima hari.

"Kalau untuk memindahkan material longsor saja, saat ini mesin alat berat dari Balai Jalan Provinsi Sumbar sudah bekerja. Namun yang mungkin akan butuh waktu adalah pengerjaan badan jalan yang ikut terban akibat longsor," ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, akses jaringan listrik warga juga ikut terputus. Karena setidaknya dua tiang listrik ikut terseret longsor.

"Saat ini kami tengah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kabupaten Solok dan BPBD untuk penanggulangan sementara," ujarnya.

Sebelumnya, longsor yang terjadi di Nagari Aie Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat memutus total akses jalan lintas Padang-Muaro Labuah sehingga tidak bisa dilewati kendaraan.

"Kondisi di lapangan sekarang masih macet, belum teratasi. Karena longsoran sedang dibersihkan, alat berat sudah didatangkan dan sedang bekerja," kata Kepala BPBD Kabupaten Solok, Armen di Koto Baru,

Ia menjelaskan pihaknya kesulitan membersihkan material karena tanah masih bergerak (Longsor), sebab tanah di atas jalan yang longsor retak terus dialiri air dan membawa tanah.

"Jalan utama terputus, sehingga belum ada kendaraan yang bisa lewat," kata dia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement