Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Perawat RSPI Jalani Pelatihan Penanganan MERS Sebelum Corona

Ahad 19 Apr 2020 13:47 WIB

Red: Ratna Puspita

Warga berjalan di samping karangan bunga dukungan untuk tenaga medis dan staf Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso di Jakarta.

Warga berjalan di samping karangan bunga dukungan untuk tenaga medis dan staf Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso di Jakarta.

Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Pelatihan dilaksanakan pada Desember 2019 atau sebelum kasus Covid-19 di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Nurdiansyah, mengaku sempat mendapatkan pelatihan perawatan penyakit infeksius Sindrom pernafasan Timur Tengah (MERS-Cov), sebelum menangani pasien Covid-19. Nurdiansyah mengatakan pelatihan tersebut dilaksanakan pada Desember 2019 atau sebelum mengetahui adanya kasus Covid-19 masuk ke Indonesia.

"Kami memang 'training' dulu, itu persiapan kalau ada MERS-Cov. Kami tidak tahu untuk persiapan (Covid-19), di awal-awal Desember Covid-19 belum masuk Indonesia," ujar Nurdiansyah di GrhaBadan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Ahad (19/4).

Baca Juga

Nurdiansyah mengatakan pada awal Desember tersebut, para perawat sempat melakukan pelatihan untuk menyegarkan kembali ingatan terkait dengan pengendalian dan pencegahan infeksi.

Nurdiansyah mengatakan selama satu setengah tahun bekerja di RSPI Sulianti Saroso, dia bekerja khusus merawat di ruangan pasien HIV/AIDS.

Sebelum kasus Covid-19 muncul, para perawat sudah menangani pasien dengan penyakit wabah MERS-Cov, flu burung, dan difteri.

Kemudian setelah Covid-19 terdeteksi di Indonesia, semua ruangan di rumah sakit tersebut berubah menjadi ruangan isolasi.

"Di awal Maret, kamidibagi beberapa ruangan. Akhirnya saya masuk ke menangani pasien Covid-19, karena memang sudah menjadi rujukan pasien Covid-19," ujar dia.

Dalam penanganan pasien, katanya, para perawat RSPI menggunakan alat pelindung diri lengkap, di antaranya sepatu boots, baju coverall, kacamata pelindung, masker N95, visor dan dalaman baju scrub nurseagar tidak terpapar infeksi.

Nurdiansyah berpesan tidak hanya pemerintah, namun seluruh lapisan masyarakat untuk aktif melakukan pencegahan Covid-19 dengan mengikuti anjuran serta aturan yang sudah ditetapkan.

"Tolong lakukan pencegahan. Satu-satunya solusi Covid-19 adalah pencegahan. Jadilah garda terdepan, karena garda terdepan adalah masyarakat yang artinya kita semua," ujar Nurdiansyah.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA