Sabtu 18 Apr 2020 09:20 WIB

Bincang Seru Novak Djokovic dan Andy Murray di Instagram

Novak Djokovic dan Andy Murray mengobrol seru di Instagram live.

Andy Murray dan Novak Djokovic berbagi cerita seru tentang duel keduanya di lapangan tenis dalam perbincangan di siaran langsung Instagram.
Foto: Reuters
Andy Murray dan Novak Djokovic berbagi cerita seru tentang duel keduanya di lapangan tenis dalam perbincangan di siaran langsung Instagram.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dua bintang tenis, Novak Djokovic dan Andy Murray, bertukar cerita seru tentang pengalaman pertemuan keduanya dalam sebuah sesi siaran langsung Instagram, Jumat malam waktu setempat atau Sabtu pagi WIB. Dalam sesi tersebut, keduanya mengobrol kurang lebih selama satu jam.

Selama perbincangan itu, Novak dan Djokovic menyebutkan momen-momen krusial dalam catatan 36 kali pertemuan mereka. Masing-masing mengakui bahwa kekalahan menyakitkan terjadi kala mereka dikalahkan satu sama lain.

Baca Juga

"Bagiku (kekalahan besar) adalah saat melawanmu di babak final French Open (Roland Garros) 2016," kata Murray, yang mencatat lima kali runner-up di Australia Open.

"Aku akan senang bila memenangi Australia Open atau French Open, tapi itu tantangan buatku karena lapangan tanah liat lebih sulit aku lalui di sepanjang karier. Itu menjadi catatan terbesarku," Murray melanjutkan.

Menanggapi pernyataan Murray, Djokovic juga menyoroti pertemuan tersebut sebagai pertandingan yang ketat dan menguras kekuatan mentalnya karena sempat tertinggal di set pembuka. Selesai dengan pembahasan tersebut, keduanya mengobrol dengan menyinggung tema olimpiade.

Meski menyandang gelar peringkat pertama, namun nyatanya Djokovic belum pernah menyabet medali emas di ajang olimpiade. Sementara Murray mengantongi dua medali emas pada Olimpiade 2012 dan 2016.

Petenis Serbia itu menuturkan bahwa kekalahannya di olimpiade, yaitu di babak semi final 2008 saat bertemu Rafael Nadal, Olimpiade 2012 melawan Murray, serta babak pertama Olimpiade 2016 melawan Juan Martin del Potro merupakan catatan yang tak terlupakan dalam hidupnya.

"Pertandingan denganmu di London (2012) atau semi final melawan Rafa di Beijing (2008)," ujar Djokovic saat ditanya kekalahan tak mengenakan saat melawan Murray.

Sementara di Rio de Janeiro (2016), Djokovic berujuar: "Di Rio aku merasa baik, tapi dua hari sebelum pertandingan aku merasa pergelangan tanganku tak baik. Muncul rasa sakit. Tak bisa dipungkiri, aku pun mendapat suntikan (penahan sakit), namun sayangnya aku tetap tak bisa bermain maksimal," pungkas Djokovic.

Di pengujung obrolan, penggemar sempat menanyakan karier apakah yang akan diambil Djokovic atau Murray jika tak bermain tenis.

"Aku ingin menjadi ilmuwan," kata Djokovic.

"Bagiku hal terhebat yang ingin aku lakukan adalah menjadi dokter, kalian pasti tahu apa yang terpenting sekarang," kata Murray merujuk situasi pandemi Covid-19.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement