Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Kasus Positif Covid-19 di Jatim Bertambah Delapan

Jumat 17 Apr 2020 21:22 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Nidia Zuraya

Petugas medis melakukan simulasi penanganan pasien terjangkit virus Corona.

Petugas medis melakukan simulasi penanganan pasien terjangkit virus Corona.

Foto: Republika/Abdan Syakura
96 pasien positif Covid-19 di Jatim dinyatakan sembuh.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan adanya tambahan delapan pasin positif corona atau Covid-19 di wilayah setempat. Sehingga total kasus positif Covid-19 di Jatim hingga saat ini sebanyak 522 kasus.

Delapan pasien baru tersebut empat di antaranya dari Kota Surabaya. Sementara sisanya dari Kabupaten Malang, Bangkalan, Sidoarjo, dan Lamongan.

"Ada delapan orang yang baru yang terkonfirmasi positif Covid-19. Delapan yang baru ini satu di Kabupaten Bangkalan, satu di Kabupaten Malang, satu di Kabupaten Sidoarjo, satu di Lamongan, dan empat di Surabaya," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (17/4).

Khofifah melanjutkan, dari total kasus tersebut, 96 pasien positif Covid-19 lainnya dinyatakan sembuh. Itu setelah hari ini ada tambahan empat pasien baru yang meninggal dunia. Rincian pasien sembuh tersebut, dua di antaranya dari Kota Surabaya, dan sisanya dari Kabupaten Bondowoso, dan Bangkalan.

"Sehingga total ada 96 orang pasien yang sebelumnya positif, sekarang negatif di Jatim, atau setara 18,4 persen. Kami berterima kasih kepada seluruh tim medis telah memberikan pelayanan terbaik, dalam merawat pasien Covid-19," ujar Khofifah.

Khofifah juga mengungkapkan adanya tambahan dua pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia. Pasien tersebut berasal dari Kota Surabaya dan Kabupaten Lamongan. Jika dilihat berdasarkan persentase, jumlah pasien positif Covid-19 yang meninggal di Jatim sebesar 9,2 persen.

Sementara untuk jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Jatim ada 1.826 orang. Dimana 1.014 orang di antaranya masih diawasi. Sedangkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 15.942 orang, dan yang masih dipantau ada 7.278 orang.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA