Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Tim Medis Evakuasi Jenazah Guru di Denpasar

Sabtu 18 Apr 2020 03:01 WIB

Red: Friska Yolandha

Polsek Denpasar Selatan bersama tim medis mengevakuasi jenazah seorang guru sekolah dasar yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di teras rumahnya, di Jalan Raya Sesetan, Denpasar Selatan, Bali, Jumat (17/4).

Polsek Denpasar Selatan bersama tim medis mengevakuasi jenazah seorang guru sekolah dasar yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di teras rumahnya, di Jalan Raya Sesetan, Denpasar Selatan, Bali, Jumat (17/4).

Foto: www.123rf.com
Korban sesak napas, pingsan dan langsung meninggal.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Polsek Denpasar Selatan bersama tim medis mengevakuasi jenazah seorang guru sekolah dasar yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di teras rumahnya, di Jalan Raya Sesetan, Denpasar Selatan, Bali, Jumat (17/4). Guru tersebut diketahui nemiliki penyakit maag.

"Ada empat orang personel kepolisian yang turun ke TKP bersama tim medis, setelah mendapat laporan dari keluarganya sekitar pukul 12.50 WITA," jelas Kapolsek Denpasar Selatan, Kompol Nyoman Wirajaya, usai dikonfirmasi di Denpasar, Jumat.

Baca Juga

Saat petugas menyisir di TKP, nihil adanya ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh jenazah tersebut. Guru yang bernama Yuri Mauritz Laihad (57) itu kemudian dievakuasi oleh petugas medis.

Menurut saksi bernama Andreas Nyoman Jati, bahwa iparnya itu mengalami sakit maag dari dulu tetapi tidak kronis. Sebelum meninggal, korban masih duduk tenang di teras hingga beberapa menit sesak napas, pingsan dan langsung meninggal tidak bisa ditolong. 

"Pada hari Jumat, 17 April 2020 pukul 09.30 WITA, dia sempat dicek dengan alat suhu panas tubuh sama petugas Tim Covid-19 Kelurahan Sesetan dan suhu tubuhnya 37, derajat celsius,” katanya.

Selanjutnya dari keterangan keponakan korban bernama Laura Clementine, korban tidak pernah berpergian jauh ke luar daerah. Ia hanya sebatas keluar rumah berbelanja di warung yang letaknya tidak jauh dari tempat tinggal.

Mengetahui hal tersebut, pihak keluarga langsung menelpon petugas Satgas Covid-19 Denpasar untuk mendapat penanganan evakuasi. Kemudian, jenazah korban dievakuasi oleh petugas medis dengan menggunakan alat pelindung atau APD.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA