Sunday, 10 Jumadil Awwal 1444 / 04 December 2022

Aktivitas ‘Batuk’ Gunung Semeru Meningkat

Jumat 17 Apr 2020 17:15 WIB

Red: Muhammad Akbar

Gunung Semeru mengeluarkan awan panas terlihat dari kawasan Pranajiwo, Lumajang, Jawa Timur, Kamis (5/3/2020).

Gunung Semeru mengeluarkan awan panas terlihat dari kawasan Pranajiwo, Lumajang, Jawa Timur, Kamis (5/3/2020).

Foto: Antara/Umarul Faruq
aktivitas Gunung Semeru di dominasi guguran lava dan erupsi tidak menerus.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG — Pejabat Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru meminta warga di sekitar Gunung Semeru mewaspadai peningkatan aktivitas gunung api tersebut.

Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas Taman Nasional BromoTengger Semeru Sarif Hidayat mengatakan pengelola taman nasional intensif berkoordinasi dengan petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA)Sawur berkenaan dengan antisipasi peningkatan aktivitas gunung tertinggi di Pulau Jawa itu.

"Kami sudah melaporkan kondisi (peningkatan aktivitas Semeru) ke petugas lapangan, agar masyarakat waspadadan meminimalisir potensi," kata Sarif, di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (17/4).

Menurut informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), pada 17 April 2020 pukul 06.08 WIB ada luncuran awan panas sejauh 2.000 meter yang mengarah ke Besuk Bang dari pusat guguran Gunung Semeru.

Berdasarkan pengamatan visual periode 1 sampai 16 April 2020, aktivitas Gunung Semeru di dominasi guguran lava dan erupsi tidak menerus.

Erupsi gunung setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut tersebut menimbulkan kolom berwarna kelabusetinggi 400 sampai 600 meter di atas puncak.

Selama periode 1 sampai 16 April 2020, aktivitas kegempaan di Gunung Semeru tercatat masih tinggi dengan gempa letusan terekam rata-rata 25 kejadian per hari, gempa hembusan 19 kejadian per hari, dan gempa guguran enam kejadian per hari.

Menurut PVMBG, ada potensi erupsi menerus dengan sebaran material berupa aliran lava, hujan abu, dan lontaran batu pijar di sekitar kawahdalam radius satu kilometer dari pusat erupsi, serta awan panas dengan guguran sejauh empat kilometer di sekitar lereng tenggara dan selatan.

Penumpukan material erupsi di sekitar puncak, lereng, dan hulu Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Kobokan berpotensi menjadi aliran lahar jika ada hujan deras. Saat ini, Gunung Semeru statusnya waspada (Level II).

sumber : antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA