Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

IOC Yakin Penundaan Olimpiade Bantu Pemulihan Ekonomi Jepang

Jumat 17 Apr 2020 03:16 WIB

Red: Israr Itah

Olimpiade Tokyo

Olimpiade Tokyo

Foto: VOA
Jepang seperti bagian dunia lainnya akan mengalami perlambatan ekonomi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komisi Koordinasi Komite Olimpiade Internasional (IOC) John Coates meyakini penundaan Olimpiade Tokyo ke tahun depan bakal membantu pemulihan ekonomi Jepang pada 2021. Menurut Coates, ada kemungkinan Jepang sebagaimana belahan dunia lain bakal menemui dampak ekonomi akibat pandemi virus corona yang saat ini tengah berlangsung, sehingga Olimpiade Tokyo bakal membantu negara itu pulih lebih cepat.

"Tahun depan, 2021, jika Jepang seperti bagian dunia lainnya akan mengalami perlambatan ekonomi, bahkan mungkin resesi, tetapi Olimpiade bakal menghadirkan kesempatan positif sebagai stimulus ekonomi," kata Coates dilansir Reuters, Kamis (16/4).

Baca Juga

"Olimpiade bakal menjadi pemantik kebangkitan ekonomi. Mendorong industri pariwisata, kesempatan bagi pengelola hotel dan industri penerbangannya," ujarnya menambahkan.

Coates melontarkan pujian kepada Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe yang mengambil keputusan menunda Olimpiade Tokyo disertai peninjauan cermat. Menurut dia, PM Abe sosok cerdas. Ia yakin ketika Jepang mengajukan penundaan Olimpiade Tokyo ke IOC, PM Abe sudah mempertimbangkannya sebagai stimulus ekonomi bagi Tokyo dan Jepang yang mungkin akan mengalami perlambatan.

"Saya pikir akan ada banyak negara dan kota di seluruh dunia yang berharap mendapat kesempatan serupa," ujar Coates menyudahi.

Jepang saat ini tengah mempersiapkan pemberlakuan kondisi darurat nasional, tidak hanya di kota-kota besar, sebagai upaya memerangi persebaran Covid-19. Data WHO mencatat hingga 15 April terdapat 8.100 orang positif tertular Covid-19 dan 119 korban jiwa.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA