Jumat 17 Apr 2020 05:55 WIB

Pemerintah Diminta Bantu Sektor Pariwisata

Bisnis sektor pariwisata hancur akibat pandemi Covid-19

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih
Spanduk penutupan kawasan sementara terpasang di kawasan wisata Pantai Jimbaran, Badung, Bali, Rabu (1/4/2020). Bisnis sektor pariwisata hancur akibat pandemi Covid-19. Ilustrasi.
Foto: Antara/Fikri Yusuf
Spanduk penutupan kawasan sementara terpasang di kawasan wisata Pantai Jimbaran, Badung, Bali, Rabu (1/4/2020). Bisnis sektor pariwisata hancur akibat pandemi Covid-19. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN - Pemerintah diminta membantu secara konkret sektor pariwisata yang terdampak Covid-19. Harapan ini disampaikan oleh Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) dan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Utara.

"Bisnis sektor pariwisata hancur. Tidak ada wisatawan yang datang dan berangkat sehingga perlu dukungan konkret dari pemerintah," ujar Ketua Asita Sumut, Solahuddin Nasution di Medan, Kamis.

Baca Juga

Menurut dia, sektor pariwisata perlu didukung karena pemerintah sudah menetapkan industri itu sebagai salah satu sektor utama dalam perekonomian negara. Solahuddin menjelaskan saat ini usaha perjalanan wisata (travel) nyaris tidak beroperasi karena sejak Covid-19. Pesanan keberangkatan dan kedatangan dibatalkan calon wisatawan.

"Usaha travel lumpuh. Pengusaha juga sudah merumahkan karyawan," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua PHRI Sumut Denny S Wardhana menyebut sedikitnya sudah 30 hotel yang tutup sementara akibat Covid-19. "PHRI sudah bolak balik minta perhatian pemerintah agar bisa membantu pengusaha yang sedang krisis dampak Covid-19. Tetapi belum ada yang dikabulkan," kata Denny.

PHRI, kata dia, juga berharap pemerintah memberi bantuan. Dengan demikian para pengusaha hotel dan restoran bisa 'bernafas' di tengah lesunya bisnis.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement