Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Pakai Masker, Perlukah Mencukur Bersih Kumis dan Jenggot?

Jumat 17 Apr 2020 00:53 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Muhammad Fakhruddin

pria berjenggot

pria berjenggot

Foto: pixabay
Jenggot yang panjang atau lebat dapat membuat masker N95 tidak menutup sempurna.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Penggunaan masker merupakan salah satu anjuran dalam mencegah penularan Covid-19. Akan tetapi, sebagian laki-laki memiliki kumis atau jenggot yang cukup lebat sehingga bisa mengganggu penggunaan masker.

Pada dasarnya, laki-laki tak perlu bercukur bila kumis dan jenggot mereka bisa tertutupi dengan rapi oleh masker yang digunakan. Akan tetapi, laki-laki dengan kumis dan jenggot yang panjang dan lebat sebaiknya bercukur, terlebih laki-laki yang bertugas menjadi tenaga kesehatan.

Tenaga kesehatan yang menangani kasus Covid-19 diharuskan menggunakan masker N95. Kumis dan jenggot yang panjang atau lebat dapat membuat masker N95 tidak menutup sempurna ketika dikenakan, menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

Health and Safety Executive Inggris juga mengungkapkan bahwa keberadaan kumis atau jenggot bisa memunculkan celah saat laki-laki menggunakan masker N95. Celah ini dapat menjadi pintu bagi masuknya udara yang tak tersaring ke dalam paru-paru. Oleh karena itu, tenaga kesehatan yang harus menggunakan masker N95 saat bekerja lebih dianjurkan untuk memiliki wajah yang bersih dari kumis atau jenggot.

Seperti dilansir CNA Lifestyle, laki-laki yang hanya menggunakan masker kain atau masker bedah dalam keseharian tidak perlu mencukur kumis atau jenggot mereka. Kumis atau jenggot tidak akan membuat virus terjebak di sana.

Akan tetapi, penting bagi laki-laki untuk tetap menjaga kebersihan kumis dan jenggot mereka. Alasannya, kumis dan jenggot memiliki flora yang tak jauh berbeda dengan kulit wajah.

"Oleh karena itu, sebagian besar tindakan yang kita lakukan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan wajah juga harus dilakukan pada kumis atau jenggot," jawab ahli dermatologi Dr Monee Thomas. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA