Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

New York Perketat Pembatasan Aktivitas Warga

Kamis 16 Apr 2020 20:02 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini

Seorang pengantar makanan mengendarai sepeda di New York, New York, AS, Sabtu (11/4). Kota New York masih dianggap sebagai pusat penyebaran wabah koronavirus di Amerika Serikat dan meminta para orang-orang untuk tetap tinggal di rumah untuk menghentikan penyebaran virus sehingga dapat meminimalkan jumlah pasien COVID-19 yang membutuhkan pertolongan medis.

Seorang pengantar makanan mengendarai sepeda di New York, New York, AS, Sabtu (11/4). Kota New York masih dianggap sebagai pusat penyebaran wabah koronavirus di Amerika Serikat dan meminta para orang-orang untuk tetap tinggal di rumah untuk menghentikan penyebaran virus sehingga dapat meminimalkan jumlah pasien COVID-19 yang membutuhkan pertolongan medis.

Foto: EPA-EFE/JASON SZENES
New York mewajibkan penggunaan masker meski tidak ada sanksi.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- New York memilih untuk tetap menjalankan pembatasan agar laju penyebaran virus corona terus berkurang. Hal itu dilakukan meski politisi Amerika Serikat (AS) mulai membicarakan untuk membuka kembali pembatasan di beberapa negara bagian. 

"Menghentikan penyebaran adalah segalanya. Bagaimana kamu bisa tidak memakai masker ketika kamu akan mendekati seseorang? Pada teori apa kamu tidak akan melakukan itu?" kata Gubernur Andrew Cuomo.

Baca Juga

Cuomo mengatakan, pentingnya penggunaan masker di setiap tempat yang memungkinkan bertemu dengan orang lain. Upaya tersebut memang sejalan dengan langkah pembatasan kegiatan yang telah dilakukan.

Kewajiban menggunakan masker akan mulai diberlakukan pada Jumat (17/4). Meski begitu, tidak ada hukuman yang akan diberikan kepada warga yang tidak patuh akan peraturan tersebut.

New York melaporkan 752 kematian dengan total hampir 11.600 sejak wabah dimulai pada Selasa (14/4). Angka-angka itu tidak termasuk sekitar 4.000 lebih kematian di Kota New York yang menurut pejabat kota mungkin disebabkan oleh virus, tetapi belum dikonfirmasi oleh tes laboratorium.

Pengumuman Cuomo datang beberapa jam setelah Wali Kota Kota New York Bill de Blasio meminta toko untuk membuat pelanggan memakai masker untuk melindungi pekerja dari paparan. De Blasio sebelumnya merekomendasikan masker dipakai di fasilitas publik.

Kota New York pun akan menyalurkan makanan bagi warga yang kesulitan untuk makan. "Kami akan memastikan semua orang mendapatkan makanan yang mereka butuhkan," kata de Blasio dalam mengungkap rencana bantuan 170 juta dolar AS.

New York sudah membagikan 250.000 makanan gratis sehari di sekolah dan mengantarkan 25.000 paket sehari kepada warga lanjut usia. Pejabat menargetkan untuk menyediakan 10 juta makanan gratis pada April dan mengharapkan dapat memenuhi kebutuhan hingga 15 juta pada Mei. 

sumber : AP
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA