Aljazair Pastikan Pasokan Unggas Aman Selama Ramadhan

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah

 Rabu 15 Apr 2020 17:50 WIB

Aljazair mensuplai unggas dari pasokan domestik selama Ramadhan. Ilustrasi unggas. Foto: REUTERS Aljazair mensuplai unggas dari pasokan domestik selama Ramadhan. Ilustrasi unggas.

Aljazair mensuplai unggas dari pasokan domestik selama Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah Aljazair memastikan pasokan unggas  mencukupi kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadhan yang diperkirakan akan mulai pada 23 April 2020 mendatang. 

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Pakan Ternak Nasional (ONAB) Aljazair, Mohamed Betraoui. 

Baca Juga

"Aljazair akan memiliki unggas yang cukup untuk memenuhi permintaan domestik selama bulan Ramadhan," ujarnya dikutip dari laman Anba dan diterbitkan Algerie Presse Service (APS). 

Bulan suci Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah bagi umat Islam. Selama Ramadhan, setiap harinya kaum Muslimin akan berpuasa selama kurang lebih 12 jam. 

Saat matahari terbenam, tentunya orang yang berpuasa tentu membutuhkan pasokan makanan yang cukup.   

Karena itu, menurut Mohamed Betraoui, harga unggas juga harus tetap stabil selama periode Ramadhan. 

Menurut dia, unggas yang dijual nantinya tidak boleh lebih dari dua dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 31 ribu (dengan kurs rupiah saat ini).   

Menurut dia, pemerintah Aljazair juga telah mengambil langkah-langkah khusus untuk memastikan pasokan makanan di tengah penyebaran virus pandemi Covid-19. 

Di antaranya, Aljazair telah melarang ekspor barang-barang pokok seperti unggas, sehingga seluruh produksi diarahkan ke pasar domestik.   

"Aljazair berhenti mengekspor 200 ribu ton unggas ke Mesir dan 600 ribu telur tetas ke Libya," APS melaporkan. 

Untuk menghadapi Covid-19, menurut Betraoui, negara Muslim di Benua Afrika itu juga telah mengambil langkah-langkah untuk menyimpan produksi pangan yang sangat banyak. 

Dalam kasus unggas, karena restoran dan perusahaan yang digunakan untuk melayani produk telah ditutup, surplus akan diambil oleh ONAB untuk menghindari kerugian bagi petani. 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X