Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Keistimewaan Ibadah Nabi Daud

Rabu 15 Apr 2020 10:38 WIB

Red: A.Syalaby Ichsan

Jamaah haji berdoa di Jabal Rahmah saat berwukuf di Padang Arafah, Makkah, Arab Saudi, Sabtu (10/8). Sekitar 2 juta jamaah haji dari berbagai negara  berwukuf di tempat ini sebagai salah satu syarat sah berhaji.

Jamaah haji berdoa di Jabal Rahmah saat berwukuf di Padang Arafah, Makkah, Arab Saudi, Sabtu (10/8). Sekitar 2 juta jamaah haji dari berbagai negara berwukuf di tempat ini sebagai salah satu syarat sah berhaji.

Foto: Amr Nabil/AP
Nabi Daud pun dikenal sebagai nabi yang terampil

REPUBLIKA.CO.ID, Nabi Daud merupakan sosok yang sangat tangguh dalam beribadah. Dalam HR Bukhari, Nabi SAW pernah mengisahkan keistimewaan ibadah Nabi Daud.

"Shalat yang paling disukai Allah adalah shalatnya Nabi Daud dan puasa yang paling disukai-Nya adalah puasanya Nabi Daud. Beliau tidur pada pertengahan malam, bangun pada sepertiga malam, dan tidur kembali pada seperenam malam. Dan, beliau satu hari berpuasa dan satu hari tidak puasa. Beliau juga tidak pernah lari jika bertemu dengan musuh.

Tak hanya itu, Nabi Daud pun dikenal sebagai nabi yang terampil. Tangannya dianugerahi Allah SWT mampu membuat baju besi. Imam Ibnu Katsir ber kata, Allah telah membantu Nabi Daud dalam mem buat baju besi untuk melindungi para prajurit yang berpe rang dari musuh. Allah menunjukkan cara untuk membuatnya.

"(Yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah amalan yang saleh. Sesung guh nya Aku melihat apa yang kamu kerjakan." Allah berfirman, 'Dan ukurlah anyamannya.' Maksud nya, yakni jangan pukul menggunakan paku karena bisa terbelah dan jangan mengecangkannya karena bisa retak.

Nabi Daud merupakan manusia pertama yang membuat baju perang dari besi baja. Sebelum nya, baju perang itu dibuat dari lem pengan logam tipis. Setiap hari Nabi Daud membuat baju besi. Dia pun men jualnya senilai enam ribu dirham. Da lam sebuah hadis disebutkan, "Sesungguh nya sebaik-baik yang dimakan oleh seseorang adalah dari hasil kerja kerasnya. Sesungguhnya Nabi Allah Daud dahulu makan dari kerja kerasnya sendiri. Allah juga mengaruniakannya berupa kekuatan dalam ketaatan."

Di balik semua keistimewaan tersebut, Nabi Daud tidak meninggalkan sifatnya se bagai ma nusia. Dr Zaki menjelaskan, tidak sempurna keimanan seseorang sebelum dia dihadapkan kepada berbagai macam cobaan kemudian bersabar dalam menghadapinya.

sumber : Pusat Data Republika
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA