Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Pemkab Aceh Barat Larang Tradisi Jual Daging Meugang

Selasa 14 Apr 2020 22:50 WIB

Red: Nidia Zuraya

Pedagang daging sapi dan kerbau bersiap untuk berjualan di pasar dadakan untuk kebutuhan tradisi hari pemotongan hewan (Meugang) menyambut bulan Ramadhan 1440 hijriah di Peunayong, Banda Aceh, Aceh, Sabtu (4/5/2019).

Pedagang daging sapi dan kerbau bersiap untuk berjualan di pasar dadakan untuk kebutuhan tradisi hari pemotongan hewan (Meugang) menyambut bulan Ramadhan 1440 hijriah di Peunayong, Banda Aceh, Aceh, Sabtu (4/5/2019).

Foto: Antara/Irwansyah Putra
Tradisi meugang biasa dilakukan menjelang bulan suci Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID, MEULABOH -- Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Aceh, melarang tradisi jual daging sapi/kerbau massal (meugang) menjelang bulan suci Ramadhan 1441 Hijriyah. Larangan ini untuk menghindari warga di daerah ini terinfeksi virus corona (Covid-19).

“Kalau pun ada penjualan daging kerbau atau sapi pada tradisi meugang jelang Ramadhan nanti, maka hal ini sebaiknya dilakukan di setiap desa saja, sesuai dengan kebutuhan masyarakat di desa,” kata Bupati Aceh Barat Haji Ramli MS di Meulaboh, Selasa (14/4).

Seperti diketahui, tradisi meugang (penjualan daging sapi/kerbau secara massal) adalah tradisi masyarakat di Aceh menyambut bulan suci Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri maupun Hari Raya Idul Adha yang digelar setiap tahun.

Dalam tradisi ini, setiap masyarakat selalu membeli daging sapi atau kerbau yang dijual oleh pedagang dalam jumlah besar di pasar, untuk menyambut datangnya bulan mulia dan hari besar umat Islam oleh masyarakat di Aceh.

Menurut Ramli MS, kebijakan tersebut diambil karena saat ini jumlah pasien penderita yang terinfeksi virus corona di Indonesia saat ini setiap harinya terus bertambah, dengan jumlah mencapai ribuan orang.

Karena tradisi meugang akan didatangi oleh masyarakat dalam jumlah besar dan dikhawatirkan berpotensi terjadi kerumunan massal, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat memastikan tidak akan menyajikan lapak dagangan untuk pedagang yang akan menjual daging segar dalam tradisi meugang tahun ini.

“Saya tidak mau ada satu orang pun warga saya di Aceh Barat yang terinfeksi virus corona, makanya tradisi meugang tahun ini lapak jualan daging tidak kita gelar secara terbuka,” kata Ramli MS menambahkan.

Apabila masyarakat ingin mendapatkan daging segar, ia menyarankan agar hal tersebut disediakan di setiap desa oleh pedagang atau warga lokal yang ingin menjual daging kepada masyarakat di desa masing-masing, tanpa harus dijual secara terbuka dan beramai-ramai.

Ia juga meminta kepada seluruh masyarakat agar memaklumi keputusan tersebut, demi menyelamatkan seluruh masyarakat di Kabupaten Aceh Barat, agar tidak terpapar virus corona.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA