Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Kuwait akan Pulangkan 40 Ribu Warganya dari Berbagai Negara

Selasa 14 Apr 2020 19:28 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nashih Nashrullah

Pemulangan warga Kuwait sebagai perlindungan dari Covid-19. Bendera Kuwait. Ilustrasi.

Pemulangan warga Kuwait sebagai perlindungan dari Covid-19. Bendera Kuwait. Ilustrasi.

Foto: topnews.in
Pemulangan warga Kuwait sebagai perlindungan dari Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, KUWAIT CITY – Kuwait akan memulangkan 40 ribu warganya dalam 188 penerbangan pada 16 hingga 25 April. Hal itu dibenarkan sumber resmi yang tidak disebutkan namanya, mengutip surat kabar Kuwait Alqabas.

 

Baca Juga

Sumber itu mengatakan, bahwa pemeritah sepakat dengan tiga perusahaan maskapai. Di antaranya Kuwait Airways, Kuwait Jazeera Airways, dan Qatar Airways. Ketiganya akan mengelola proses pemulangan warga karena pandemi Covid-19.

 

Melansir Alarabiya, evakuasi pada Kamis (16/4) diutamakan dari negara-negara Teluk. Penerbangan akan mencakup kembalinya sekitar 8.000 warga pada 51 penerbangan, kebanyakan dari mereka terkonesntrasi di Riyadh, Dubai, dan Manama.

 

Pada Jumat (17/4), Kuwait akan memulangkan sekitar 7.200 warga dengan 41 penerbangan dari beberapa negara Arab dan asing, termasuk Amman, Beirut, Siprus, Kairo, Istanbul, London dan Los Angeles.

 

Pada Sabtu (18/4), sekitar 6.800 warga dengan 35 penerbangan dari berbagai tujuan termasuk Amman, Kairo, Istanbul, Jenewa, Paris, London, New York, Washington, dan Los Angeles akan direncanakan kembali ke Kuwait.

 

Pada Ahad (19/4), sekitar 4.000 warga akan dijemput dari luar negeri dengan 16 penerbangan dari Amman, Kairo, Ankara, Sarajevo, Amsterdam, Paris, London, New York, Washington, dan Los Angeles.

 

Sementara itu, pada Senin (20/4) pesawat Kuwait akan menjemput sekitar 4.000 warganya ke luar negeri dengan 15 penerbangan dari Amman, Kairo, Rabat, Paris, London, Wina, Praha, New York, Washington, dan Los Angeles.

 

Sedangkan pada Selasa (21/4), kembalinya sekitar 3.660 pada 13 penerbangan dari Amman, Kairo, London, Rabat, Malta, Tunisia, New York, Washington dan Los Angeles telah dijadwalkan.

 

Selanjutnya pada Rabu (22/4) sebanyak 3.148 warga dengan 12 penerbangan dari Dublin, London, New York, Washington dan Los Angeles akan dipulangkan ke negara Kuwait.

 

Berikutnya pada Kamis hingga Sabtu (23-25/4) pemerintah Kuwait memberikan hari ekstra untuk mengoperasikan penerbangan tambahan jika ada warga tambahan yang ingin kembali ke Kuwait. 

 

Pada awalnya diputuskan, bahwa 1.500 warga akan kembali ke luar negeri lima penerbangan dari beberapa negara Asia.

 

Kuwait kemarin, Senin (13/4) mengkonfirmasi 66 kasus virus corona baru sehingga total kasis infeksi menjadi 1.300. Kerajaan juga mencatat satu kematian baru yang meningkatkan jumlah kematian menjadi dua. 

 

Menteri Kesehatan Kuwait, Dr Basel al-Sabah, sebelumnya mengumumkan pemulihan delapan orang, sehingga jumlah total pemulihan menjadi 150. 

 

Meskipun masih terbilang sedikit dalam jumlah kematiannya, Kuwait telah memberlakukan beberapa langkah pencegahan bulan lalu untuk memperlambat penyebaran virus corona, termasuk jam malam 11 jam setiap hari dari jam 17.00 hingga pukul 04.00. 

 

Siapa pun yang tertangkap melanggar jam malam akan dipenjara hingga tiga tahun dan didenda 10 ribu dinar Kuwait (32 ribu dolar AS) sesuai dengan undang-undang baru.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA