Rabu 15 Apr 2020 01:49 WIB

Cianjur Tambah Ruang Isolasi Covid di RSUD Sayang

Penambahan ruang isolasi untuk menghadapi pengawasan pasien PDP di Cianjur.

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Muhammad Hafil
Cianjur Tambah Ruang Isolasi Covid di RSUD Sayang. Foto: Ilustrasi Penyebaran Virus Corona
Foto: MgIT03
Cianjur Tambah Ruang Isolasi Covid di RSUD Sayang. Foto: Ilustrasi Penyebaran Virus Corona

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR--Pemerintah Kabupaten Cianjur akan menambah ruang isolasi untuk penanganan Covid-19 di RSUD Sayang, Cianjur. Upaya ini untuk menghadapi pasien dalam pengawasan (PDP) di Kabupaten Cianjur.

Di mana, RSUD Sayang Cianjur akan menambah ruang isolasi menjadi 50 ruangan. Kondisi ini agar rumah sakit tersebut mampu menjadi rujukan dalam penanganan COVID-19 di Kabupaten Cianjur dan bisa menangani lebih banyak pasien.

Baca Juga

''Penambahan ruang isolasi dilaksanakan secara bertahap, dari sekitar lima ruangan menjadi 50 ruangan,'' ujar Direktur Utama RSUD Sayang Cianjur, Ratu Tri Yulia Herawati kepada wartawan, Selasa (14/4). Di mana rencanannya gedung Flamboyan yang dijadikan tempat isolasi khusus penanganan pasien terindikasi Covid-19.

Ia menerangkan saat ini setiap lantai hanya ada satu ruang isolasi. Nantinya seluruh gedung dari lantai 1-3 dijadikan ruang isolasi dan disiapkan juga isolasi di ruang ICU.

Ratu mengatakan, Lantai 1 seluruhnya akan dijadikan tempat isolasi. Pengalihan ruangan menjadi isolasi dilakukan secara bertahap lantaran disesuaikan dengan kesiapan jumlah tenaga medis.

Di sisi lain, RS juga menyiapkan tenaga medis sehingga ketika sudah seluruhnya menjadi isolasi jumalh tenaga medis yang disiapkan khusus untuk penanganan Covid-19 juga sesuai dengan kebutuhan.

Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan, penambahan jumlah ruangan isolasi di RSUD Sayang dilakukan mengingat jumlah PDP terus meningkat. Sehingga sarana yang ada harus disiapkan agar dapat menampung pasien. Terlebih RSUD Sayang ini menjadi rujukan untuk penanganan Covid-19.

Pemkab Cianjur kata Herman, selain di rumah sakit nantinya disiapkan 30.000 kamar karantina yang tersebar di berbagai wilayah, di antaranya di sejumlah vila. Jika tempat karantina disiapkan sebagai antisipasi jika memang kasus pasien Corona di Cianjur meninggal, terutama untuk yang sudah masuk PDP.

Di mana bila isolasi di rumah sakit penuh, maka kamar karantina bisa jadi alternatif. Akan tetapi pemkab berharap tidak sampai digunakan.

Data Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 hingga hari ini, jumlah PDP di Cianjur tercatat ada 30 orang. Sebanyak 6 orang dinyatakan selesai pengawasan, 5 orang meninggal, dan 19 orang lainnya masih ditangani di rumah sakit. Sedangkan untuk jumlah ODP sebanyak 523 orang, 116 orang selesai pemantauan dan 407 masih pemantauan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement