Sunday, 14 Rajab 1444 / 05 February 2023

Ini Upaya Brasil Lindungi Suku di Amazon dari Corona

Selasa 14 Apr 2020 08:16 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Christiyaningsih

Ketua suku asli di desa Krimej, Kadjyre Kayapo dari suku Kayapo. Brasil siapkan dana 904 juta dolar AS untuk lindungi suku asli Amazon. Ilustrasi.

Ketua suku asli di desa Krimej, Kadjyre Kayapo dari suku Kayapo. Brasil siapkan dana 904 juta dolar AS untuk lindungi suku asli Amazon. Ilustrasi.

Foto: AP Photo/Leo Correa
Brasil siapkan dana 904 juta dolar AS untuk lindungi suku asli Amazon

REPUBLIKA.CO.ID, BRASILIA -- Pemerintah Brasil menyiapkan dana 904 juta dolar AS untuk melindungi suku-suku asli di Amazon dari infeksi virus corona. Minimnya fasilitas dan peralatan kesehatan menempatkan 850 ribu orang yang tinggal di tanah adat dalam risiko.

Menteri Perempuan, Keluarga, dan Hak Asasi Manusia (HAM) Brasil Damares Alves mengatakan dana 904 juta dolar AS itu akan dikucurkan bertahap hingga Juni mendatang. Pemerintah pun akan mendistribusikan satu juta masker serta sarung tangan dan enam ribu alat tes kepada suku asli.

Baca Juga

Selain itu, Pemerintah Brasil turut menyediakan 300 ribu keranjang makanan. Dengan demikian para penduduk asli tidak perlu meninggalkan tanah mereka untuk memperoleh makanan.

Pemerintah telah melarang masyarakat memasuki tanah adat yang dihuni suku-suku asli Brasil. Hal itu dinilai perlu dilakukan agar Covid-19 tak menyebar di wilayah tersebut. "Pemerintah telah menangguhkan pintu masuk orang ke tanah adat," kata Alves pada Senin (13/4).

Sejauh ini, terdapat tiga anggota suku di Brasil yang meninggal akibat Covid-19. Dalam ketiga kasus tersebut, penularan terjadi di luar desa kesukuan. Menteri Kehakiman Brasil Sergio Moro mengatakan bahwa polisi federal telah bertindak untuk menghentikan para penambang ilegal, termasuk pemburu, memasuki wilayah adat yang dilindungi.

Hingga berita ini ditulis, Brasil memiliki 23.430 kasus Covid-19. Sebanyak 1.328 warga di sana telah meninggal akibat terinfeksi virus tersebut.

sumber : Reuters
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA