Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Lebih dari 1.000 Orang Hadiri Laga Sepak Bola di Belarusia

Senin 13 Apr 2020 21:58 WIB

Red: Endro Yuwanto

Presiden Belarusia Alexander Lukashenko.

Presiden Belarusia Alexander Lukashenko.

Foto: EPA
Belarusia satu-satunya negara di Eropa yang masih memainkan liga sepak bola.

REPUBLIKA.CO.ID, BREST -- Lebih dari 1.000 orang menghadiri pertandingan sepak bola liga papan atas Belarusia pada akhir pekan kemarin. Seperti tidak ada masalah dengan pandemi covid-19 yang sedang melanda dunia, para suporter bersorak, berteriak, dan bahkan memeluk satu sama lainnya.

Belarusia adalah satu-satunya negara di Eropa yang masih memainkan liga sepak bola domestik. Sementara bagi negara lainnya menggelar laga sepak bola dengan kehadiran penonton adalah suatu hal yang tidak mungkin.

Laga digelar terbuka dengan kehadiran penonton ini dilakukan sesuai instruksi dari Presiden Belarusia Alexander Lukashenko, yang telah menolak memberlakukan tindakan lockdown untuk melawan pandemi.

Banyak penggemar memilih untuk menjauh, tetapi lebih dari 1.000 orang menghadiri pertandingan antara FC Dynamo Brest dan Isloch Minsk, satu dari tiga pertandingan yang dimainkan di Vysshaya pada hari Ahad (12/4). Hanya sedikit Penonton yang terlihat mengenakan masker.

Juara bertahan Brest menang 3-1 dalam laga tersebut dan sementara berada di posisi ketiga dalam klasemen setelah empat pertandingan.

Laga sebelumnya yang digelar di Belarusia tidak banyak dihadiri penonton. Sehingga otoritas di sana membuat solusi menempatkan manekin dengan foto-foto penggemar yang mencolok di kursi tribun.

Belarusia saat ini memiliki 2.919 kasus positif covid-19 dengan 29 kematian. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendesak pihak berwenang Belarusia untuk melakukan langkah-langkah yang lebih ketat untuk mengatasi virus corona, dengan mengatakan pada Sabtu (11/4) bahwa pandemi tersebut memasuki fase baru yang “memprihatinkan” di negara itu.

Lukashenko menepis kekhawatiran tentang virus sebagai "psikosis" dan mengatakan lebih penting untuk menjaga ekonomi tetap berjalan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA