Senin 13 Apr 2020 21:04 WIB

Tiga Pasien Positif Covid-19 di Gresik dari Klaster Surabaya

Total pasien positif Covid-19 di Kabupaten Gresik menjadi 17 orang.

Siswa SMA NU 2 Gresik memakai masker yang dibagikan Lembaga Falakiyah PCNU Gresik. Pembagian masker tersebut bertujuan agar masyarakat mengerti akan kegunaan masker dan mengantisipasi penyebaran virus corona. (ilustrasi)
Foto: Zabur Karuru/Antara
Siswa SMA NU 2 Gresik memakai masker yang dibagikan Lembaga Falakiyah PCNU Gresik. Pembagian masker tersebut bertujuan agar masyarakat mengerti akan kegunaan masker dan mengantisipasi penyebaran virus corona. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, GRESIK -- Tiga pasien tambahan terkonfirmasi atau positif Covid-19 di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, kesemuanya berasal dari kluster Surabaya. Sehingga, total pasien positif di wilayah itu menjadi 17 orang.

"Mohon izin melaporkan ada tambahan tiga positif, yang dua pasien dirawat di RS Gresik, dan satu pasien dirawat di RS Surabaya. Dari hasil penelusuran, ketiganya berasal dari sumber penularan kluster Surabaya," kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik Reza Pahlevisaat dikonfirmasi di Gresik, Senin (13/4).

Baca Juga

Reza mengatakan, untuk data lainnya saat ini di Kabupaten Gresik terdapat 1.057 warga dengan status orang dalam pemantauan (ODP), kemudian sebanyak 84 pasien dalam pengawasan (PDP). Meski jumlah pasien positif bertambah, Reza mengaku ada satu pasien positif yang dinyatakan sembuh, yakni berasal dari Kecamatan Manyar.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, kenaikan jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di seluruh Jatim didominasi berasal dari Kota Surabaya . Oleh karena itu, mantan Menteri Sosial ini meminta kesadaran masyarakat, khususnya warga Surabaya, untuk turut membantu memutus mata rantai penularan COVID-19 dengan tidak keluar rumah kalau tidak ada keperluan yang mendesak.

"WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) dan seluruh elemen di negeri ini sudah berkali-kali menganjurkan physical distancing. Jangan keluar rumah kalau tidak ada keperluan mendesak. Kalau keluar rumah gunakan masker, serta membiasakan pola hidup sehat. Tolong anjuran ini diterapkan," ujar Khofifah.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement