Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

MPR Minta Pemerintah Relokasi Anggaran untuk Tangani Corona

Senin 13 Apr 2020 16:38 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Gita Amanda

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan meminta pemerintah melakukan realokasi anggaran untuk pembangunan pascawabah virus corona SARS-CoV2 (Covid-19).

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan meminta pemerintah melakukan realokasi anggaran untuk pembangunan pascawabah virus corona SARS-CoV2 (Covid-19).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Anggaran untuk MPR sebesar Rp 36 miliar ditarik dan dialihkan untuk penanganan corona

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan meminta pemerintah melakukan realokasi anggaran untuk pembangunan pascawabah virus corona SARS-CoV2 (Covid-19). Apalagi anggaran sejumlah kementerian dan lembaga termasuk MPR telah dipotong.

Menurut Zulkifli, realokasi anggaran untuk pembangunan pascawabah Covid-19 harus segera dilakukan. "Karena anggaran di beberapa kementerian, termasuk Kementerian Desa, hingga MPR telah dipotong. Bahkan anggaran yang seharusnya untuk MPR sebesar Rp 36 miliar telah ditarik dan dialihkan untuk menghadapi virus Covid-19," ujarnya saat video conference di akun Youtube saluran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Senin (13/4).

Jadi, dia menambahkan, realokasi anggaran untuk pembangunan harus segera diutamakan. Efeknya, dia menambahkan, bantuan bisa sampai ke masyarakat terdampak yang sangat membutuhkan. Ini termasuk yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) atau yang berada di rumah dan tidak bekerja. Pihaknya juga mengimbau pemerintah memiliki stok pangan. Sementara itu pemerintah hingga masyarakat di daerah bisa mengoptimalkan lahan untuk ditanam ketela, jagung, hingga singkong.

Baca Juga

"Jadi kalau ada kelangkaan pangan bisa kita petik, kita tuai. Karena seberat apapun kondisinya kalau cadangan pangan cukup maka bisa diatasi," ujarnya. Ia menambahkan, meski seberat apapun kondisinya, seluruh masyarakat Indonesia bisa bergandengan tangan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA