Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Doni: Presiden Perintahkan Kapasitas PCR Test Ditingkatkan

Senin 13 Apr 2020 15:03 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Bayu Hermawan

Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers terkait COVID-19 di Istana Bogor.

Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers terkait COVID-19 di Istana Bogor.

Foto: Antara/Hafidz Mubarak
Presiden Jokowi Minta Kapasitas PCR Test dan Laboratorium Ditingkatkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kapasitas PCR Test untuk Covid-19 ditingkatkan. Selain itu, Jokowi juga memerintahkan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 agar meningkatkan jumlah tes masif kepada masyarakat luas

"Bapak presiden juga telah memerintahkan untuk meningkatkan kapasitas PCR test, demikian juga Bapak Wakil Presiden meminta supaya tes masif ditingkatkan," ujar Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo kepada wartawan, usai rapat terbatas dengan Presiden, Senin (13/4).

Doni menyebut peningkatan kapasitas CPR tes dan jumlah tes masif sangat penting untuk bisa mengetahui masyarakat yang telah positif Covid-19. Dengan begitu, mempermudah penanganan terhadap masyarakat yang positif baik itu isolasi mandiri maupun dirujuk ke rumah sakit tertentu.

Baca Juga

Karena itu, Doni menyebut sudah ada beberapa pihak baik swasta maupun BUMN bersedia untuk  ikut partisipasi PCR Test Covid-19. "Ada beberapa swasta yang nantinya akan berpartisipasi dalam PCR test yang bekerjasama juga dengan Kementerian Kehatan, kemudian juga dengan BUMN," kata Doni.

Selain itu, Presiden Jokowi juga memerintahkan peningkatan kapasitas laboratorium yang digunakan untuk memeriksa Covid-19. Sebab, saat ini baru 29 laboratorium yang siap dari 79 laboratorium yang tersebar di Tanah Air.

"Yang semula hanya ada 3, kemudian tambah 12, dan saat ini 29 menuju ke 52 dari 79 laboratorium  yang tersebar di Tanah Air. Bapak Menristek/kepala BRIN juga telah membantu Lembaga Eikjman agar kapasitas pemeriksaannya ini juga bisa lebih banyak lagi," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA