Sunday, 6 Ramadhan 1442 / 18 April 2021

Sunday, 6 Ramadhan 1442 / 18 April 2021

Bilik Disinfektan di Pasar Senen tak Lagi Difungsikan

Senin 13 Apr 2020 14:27 WIB

Red: Indira Rezkisari

Pengunjung berada di dalam bilik disinfektan, Pemerintah sudah meminta penggunaan bilik disinfektan diminimalisir karena cairannya bisa berbahaya ke kulit dan mata.

Pengunjung berada di dalam bilik disinfektan, Pemerintah sudah meminta penggunaan bilik disinfektan diminimalisir karena cairannya bisa berbahaya ke kulit dan mata.

Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Penggunaan disinfektan di Pasar Senen dihentikan setelah ada peringatan bahaya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bilik disinfektan yang disediakan di Pasar Senen Blok III, Jakarta Pusat, tak lagi beroperasi. Operasional bilik disinfektan terhenti mengikuti anjuran Kantor Staf Presiden (KSP) yang menyebut cairan disinfektan dapat berbahaya dan mengiritasi jika terkena kulit manusia.

"Itu memang sudah tidak boleh digunakan lagi ya. Kita ikuti saran KSP, harus dihentikan penggunaan disinfektannya," kata Kepala Pasar Jaya Senen Yamin Pane saat dihubungi wartawan, Senin (13/4).

Berdasarkan pantauan, ada dua alat penyemprot disinfektan berupa misty fan atau kipas angin penyemprot air yang ditaruh di dua pintu masuk menuju Blok III Pasar Senen. Kipas tersebut akhirnya digunakan hanya untuk meredakan hawa panas sebelum masuk ke dalam area pasar.

Beberapa warga yang mau masuk pun sempat menghentikan diri di bilik disinfektan berharap mendapat semprotan disinfektan namun akhirnya melanjutkan perjalanan masuk ke dalam gedung. Karena ternyata tidak ada cairan disinfektan yang disemprotkan.

"Jadi memang kita punya satu alat semprot disinfektan itu, terus satu lagi dari bantuan organisasi sosial. Pokoknya sejak dianggap berbahaya ya langsung dihentikan. Kita ikuti rekomendasi KSP," kata Pane.

Oleh karena itu saat ini langkah pencegahan Covid-19 yang dilakukan di Pasar Senen dengan menyediakan cairan pembersih tangan (handsanitizer) maupun wastafel. Namun, dalam pantauan di salah satu wastafel yang tersedia yaitu sisi Utara sabun nampaknya belum diisi ulang.

Pada saat warga ingin mencuci tangan, cairan yang keluar dari tempat sabun cuci tangan itu adalah air bukannya sabun.

Menurut keterangan Pane, pihaknya selalu mengisi ulang sabun jika ditemukan habis. "Kita selalu pantau, kita isi ulang. Minimal setiap pagi kita monitor, tempat sabunnya terisi penuh," kata Pane.




sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA