Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

Pembalap BMX Indonesia Berpeluang Lolos ke Olimpiade

Ahad 12 Apr 2020 21:58 WIB

Red: Endro Yuwanto

Sejumlah pembalap BMX memacu sepedanya (ilustrasi).

Sejumlah pembalap BMX memacu sepedanya (ilustrasi).

Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Kemungkinan, babak kualifikasi untuk cabang balap sepeda diperpanjang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih kepala tim nasional balap sepeda Dadang Haries Poernomo mengatakan, Indonesia berpeluang untuk meloloskan pembalap BMX ke Olimpiade Tokyo. Namun, pembalap nomor trek masih harus menunggu keputusan Federasi Balap Sepeda Internasional (UCI).

"Peluang meloloskan pembalap BMX cukup besar karena masih banyak event-event babak kualifikasi olimpiade yang tertunda akibat wabah virus corona. Tetapi, peluang pembalap nomor track masih menunggu keputusan UCI," kata Dadang, Ahad (13/4).

Dadang mengatakan, dengan penundaan Olimpiade Tokyo selama satu tahun, maka ada kemungkinan babak kualifikasi untuk cabang balap sepeda diperpanjang.

“Kami memang harus menunggunya. Apakah UCI akan tetap menggunakan poin setelah babak kualifikasi terakhir pada Kejuaraan Dunia di Berlin Februari lalu atau kembali menggelar babak kualifikasi olimpiade sehubungan mundurnya pelaksanaan Olimpiade Tokyo,” jelas Dadang. “Apalagi, World Cup 2021 yang selama ini menjadi ajang pengumpulan poin sudah dijadwalkan akan digelar Oktober mendatang."

Saat ini, tim BMX Indonesia yang beranggotakan I Gusti Bagus Sahputra, Toni Syarifuddin, dan Rio Akbar menempati peringkat 19 dunia. Tim Merah-Putih setidaknya harus berada di urutan 11 besar dunia agar bisa memastikan tiket tampil di olimpiade yang bakal digelar 23 Juli 2021 nanti.

Tim BMX Indonesia semestinya mengikuti empat seri balapan yang digelar di Indonesia, yaitu Kejuaraan Asia BMX dan Kejuaraan BMX C-1 di Jakarta dan Kejuaraan BMX C-1 dan Hors Class di Banyuwangi. Namun kejuaraan tersebut harus tertunda akibat pandemi virus corona.

Tak hanya itu, tim Indonesia juga dijadwalkan tampil pada BMX World Cup di Amerika dan Argentina pada Mei 2020, BMX World Championship Juni 2020, dan BMX C-1 World Cup di Amerika Serikat.

"Tadinya kami berharap tim BMX Indonesia bisa lolos dari empat seri ini, tetapi semuanya batal dilaksanakan. Begitu juga event yang di Amerika Serikat dan Argentina yang belum tentu terlaksana karena virus corona. Jadi, kami masih menunggu perkembangan dari UCI," jelas Dadang.

Di tengah pandemi virus corona yang melanda hampir seluruh dunia, pelatnas balap sepeda untuk Olimpiade Tokyo masih terus berjalan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Tempat latihan balap sepeda itu terbagi di dua daerah di Jawa Timur, yaitu Malang untuk nomor trek dan Banyuwangi untuk BMX. Sebelumnya, Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) telah mendapat jatah anggaran Rp 6,2 miliar dari Kemenpora untuk pelatnas olimpiade.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA