Ahad 12 Apr 2020 10:51 WIB

Korban Meninggal Akibat Corona di Amerika Lampaui Italia

Jumlah korban meninggal akibat Covid-19 di Amerika Serikat telah lampaui Italia.

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Reiny Dwinanda
Jenazah pasien Covid-19 diangkut dengan truk berpendingin yang berfungsi sebagai kamar mayat sementara di Kingsbrook Jewish Medical Center, di Brooklyn, New York, AS. Amerika kini mencatatkan jumlah kematian yang lebih tinggi daripada Italia terkait Covid-19..
Foto: EPA-EFE/Peter Foley
Jenazah pasien Covid-19 diangkut dengan truk berpendingin yang berfungsi sebagai kamar mayat sementara di Kingsbrook Jewish Medical Center, di Brooklyn, New York, AS. Amerika kini mencatatkan jumlah kematian yang lebih tinggi daripada Italia terkait Covid-19..

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Amerika Serikat sementara ini memegang rekor negara dengan kematian tertinggi akibat virus corona dengan total kasus sebanyak 20 ribu orang. Angka ini sekaligus melampaui Italia dengan kematian tertinggi yang sudah tercatat sebanyak 19.468 jiwa.

Data kematian itu diperoleh dari Universitas Johns Hopkins sebagaimana dilansir BBC, Ahad (12/4). Amerika pun pernah mencatatkan kematian harian terkait Covid-19 sebanyak dua ribu jiwa.

Baca Juga

Gubernur New York Andrew Cuomo mengeklaim bahwa angka kematian mulai menunjukkan penurunan. Dalam 24 jam terakhir, angka kematian tercatat 783 jiwa. Jumlah ini serupa dengan yang terjadi beberapa hari sebelumnya.

"Tidak selalu tinggi angkanya, Anda bisa melihat angkanya mulai stabil seperti sebelumnya, meski memang tetap mengkhawatirkan. Angka kematian ini menampilkan rasa kehilangan dan rasa sedih yang begitu tinggi," kata Cuomo.

New York telah jadi episentrum penyebaran corona di Amerika. Diperkirakan, penderita infeksi virus corona di sana ada sekitar 180 orang dari total 520 ribu kasus di seluruh Amerika.

Atas tingginya angka kematian itu, semua negara bagian Amerika menyatakan keadaan darurat untuk merespons Covid-19. Dalam menanggapi mewabahnya infeksi corona, partai Demokrat menawarkan program senilai 250 miliar dolar AS untuk menolong dunia bisnis. Dana itu sekaligus digunakan bagi pembiayaan rumah sakit dan pemerintah lokal.

Hanya saja, rencana itu ditekel oleh politisi partai Republik, Mitch McConnell dan Kevin McCarthy. Keduanya menganggap rencana tersebut terlalu berisiko.

Sementara itu, hingga Ahad (12/4) pagi, Worldometer mengungkap, 1.780.315 warga dunia terinfeksi virus corona. Sebanyak 108.828 telah berpulang akibat penyakit tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement