Tuesday, 8 Ramadhan 1442 / 20 April 2021

Tuesday, 8 Ramadhan 1442 / 20 April 2021

Sejumlah Industri Karet Sumut akan Rumahkan Pegawainya

Ahad 12 Apr 2020 08:57 WIB

Red: Friska Yolandha

Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) mengungkapkan sebagian pabrik industri karet remah di Sumatra Utara (Sumut) berencana merumahkan karyawannya. Hal itu sebagai dampak berkurangnya produksi akibat permintaan melemah.

Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) mengungkapkan sebagian pabrik industri karet remah di Sumatra Utara (Sumut) berencana merumahkan karyawannya. Hal itu sebagai dampak berkurangnya produksi akibat permintaan melemah.

Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Volume ekspor karet Sumut tinggal 33.103 ton dibanding Februari sebanyak 34.025 ton.

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) mengungkapkan sebagian pabrik industri karet remah di Sumatra Utara (Sumut) berencana merumahkan karyawannya. Hal itu sebagai dampak berkurangnya produksi akibat permintaan melemah.

"Saat ini masih dalam tahap pengurangan jam dan hari kerja karyawan. Dari semula 2 shift sampai 3 shift menjadi 1 shift bahkan sudah ada industri yang beroperasi 2 kali sampai 3 kali seminggu," ujar Sekretaris Eksekutif Gapkindo Sumut, Edy Irwansyah di Medan, Sabtu (11/4).

Ke depannya, katanya, ada sejumlah industri yang bersiap merumahkan karyawan karena tidak berproduksi karena terjadi penundaan pengiriman (ekspor). "Harapannya tidak ada PHK (pemutusan hubungan kerja) di 25 industri karet remah di Sumut di saat wabah virus corona (Covid-19)," ujarnya.

Baca Juga

Edy menjelaskan, dampak Covid-19, permintaan karet terus turun sejak Maret. Pada Maret, permintaan turun 3 persen dibandingkan Februari. Diperkirakan, permintaan April diperkirakan turun lebih besar atau sebesar 20 persen.

Pada Maret, volume ekspor karet Sumut tinggal 33.103 ton dibanding Februari yang sebanyak 34.025 ton. Sedangkan penurunan ekspor yang lebih besar pada April karena beberapa negara importir tidak melakukan pembelian setelah pengiriman karet diminta dipercepat pada akhir Februari dan Maret dengan alasan khawatir terganggu dampak Covid-19.

Negara tujuan ekspor utama karet Sumut ialah ke Jepang, China, dan India. Ketiganya merupakan negara yang juga terdampak virus corona baru.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA