Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

PM UEA: Jaga Kesehatan Jadi Kekuatan Utama Hadapi Covid-19

Sabtu 11 Apr 2020 08:33 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Christiyaningsih

Perdana Menteri UEA tegaskan jaga kesehatan kekuatan utama hadapi Covid-19. Ilustrasi.

Perdana Menteri UEA tegaskan jaga kesehatan kekuatan utama hadapi Covid-19. Ilustrasi.

Foto: AP/Kamran Jebreili
Perdana Menteri UEA tegaskan jaga kesehatan kekuatan utama hadapi Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Wakil Presiden dan Perdana Menteri Uni Emirat Arab sekaligus penguasa Dubai, Pangeran Sheikh Mohammed bin Rashid Al-Maktoum, mengeluarkan pernyataan melalui akun Twitter-nya di tengah keadaan pandemi Covid-19. Dia menegaskan menjaga kesehatan adalah kekuatan utama dalam menghadapi wabah Covid-19.

Al-Maktoum menyatakan, menjaga kesehatan adalah kekuatan utama yang membentuk ekonomi dan politik di tengah pandemi saat ini. Dia menyinggung soal dunia yang telah lama mempertanyakan di mana letak kekuatan yang sebenarnya.

"Apakah ekonomi mendorong politik atau sebaliknya? Penyebaran wabah virus corona telah menunjukkan bahwa menjaga kesehatan adalah kekuatan utama yang membentuk ekonomi dan politik pada saat suatu penyakit menghentikan negara," tutur dia dilansir Gulf News, Sabtu (11/4).

Hal itu disampaikan Al-Maktoum ketika UEA mengumumkan pada Jumat (10/4) waktu setempat bahwa 150 pasien Covid-19 telah melakukan pemulihan penuh. Dengan begitu jumlah total pasien yang sembuh menjadi 418.

Sejauh ini UEA telah melaporkan 331 kasus baru corona dalam 24 jam terakhir dengan 29 pemulihan dan dua kematian, menurut Kementerian Kesehatan dan Pencegahan. Kementerian telah melakukan lebih dari 40 ribu tes selama dua hari terakhir sebagai bagian dari strateginya untuk mengatasi virus.

Kasus-kasus baru, yang semuanya dalam kondisi stabil dan diberi perawatan kesehatan yang diperlukan, menjadikan jumlah total kasus yang tercatat di UEA menjadi 2.990. Kematian itu termasuk satu orang berkebangsaan Asia dan satu lagi berkebangsaan Arab yang menderita penyakit kronis, sehingga jumlah kematian di UEA menjadi 14.

Kementerian Kesehatan UEA pun menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga pasien yang sudah meninggal. Mereka berharap pemulihan yang cepat untuk semua pasien.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA