Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Pasien Positif Covid-19 di Tasik Bertambah Jadi 10 Orang

Jumat 10 Apr 2020 15:42 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Esthi Maharani

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat, saat diwawancar, Rabu (1/4).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat, saat diwawancar, Rabu (1/4).

Foto: Republika/Bayu Adji P
Pasien merupakan salah satu warga Kota Tasik yang termasuk dalam klaster Lembang

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya mencatat satu penambahan pasien positif coronavirus disease 2019 (Covid-19) pada Jumat (10/4). Dengan penambahan itu, total kasus positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya menjadi 10 pasien.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat mengatakan, penambahan kasus positif itu diketahui setelah pasien menjalani rapid diagnostic test (RDT). Pasien merupakan salah satu warga Kota Tasikmalaya yang termasuk dalam klaster Lembang.

"Itu dari klaster Lembang yang ke-10. Kita akan tindaklanjuti dengan tes swab dan sekarang ditangai di rumah sakit," kata dia, saat dihubungi wartawan, Jumat.

Dari 10 pasien yang terkonfirmasi, Uus mengatakan, satu orang telah meninggal dunia. Sementara tujuh pasien masih menjalani perawatan.

Ia menambahkan, terdapat dua pasien Covid-19 yang sudah dinyatakan negatif. Namun, berdasarkan dokter penanggungjawabnya, pasien masih harus dirawat di rumah sakit karena masih mengidap penyakit penyerta.

"Dirwarat bukan karena coronanya, coronanya sudah negatif. Dirawat karena ada penyakit penyerta yang sudah lama diderita pasien-pasien ini," kata dia.

Selain 10 kasus pasien positif corona, di Kota Tasikmalaya tercatat 18 kasus pasien dalam pengawasan (PDP), 950 kasus orang dalam pemantauan (ODP), dan 75 kasus orang tanpa gejala (OTG). Uus menjelaskan, OTG adalah orang yang punya riwayat pernah melakukan kontak erat langsung dengan pasien positif, tapi tak memiliki gejala medis.

Menurut dia, keberadaan OTG harus diwaspadai karena memiliki potensi menularkan. "Kita khawatirkan mereka tak melakukan isolasi di rumah 14 hari dan menularkan ke masyarakat luas. Tapi kita minta semua menjaga diri dan mematuhi anjuran pemerintah," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA