Jumat 10 Apr 2020 07:46 WIB

737 ODP Corona di Garut Telah Jalani Rapid Test

Jumlah pasien positif Covid-19 di Garut masih tetap dua orang.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Muhammad Fakhruddin
Ilustrasi virus corona masuk Indonesia
Foto: MgIT03
Ilustrasi virus corona masuk Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID,GARUT -- Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Garut mencatat sebanyak 737 orang dalam pemantauan (ODP) telah melakukan uji cepat atau rapid test corona hingga Kamis (9/4). Namun, masih ada 503 ODP yang masih menunggu melakukan rapid test.

Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Garut, Ricky Rizki Darajat mengatakan, rapid test rencananya akan dilakukan kepada 1.240 orang dari total 1.896 kasus ODP yang tercatat. Sebab, sebagian besar ODP sudah melewati masa pemantauan. 

"Sebanyak 878 kasus masih pemantauan, 15 dalam perawatan, dan 1.002 selesai pemantauan," kata dia melalui keterangan resminya, Kamis (9/4).

Dari rapid test yang dilakukan, belum terdapat penambahan hasil yang positif. Hanya empat ODP yang hasil rapid test-nya positif corona atau 0,54 persen dari total uji cepat yang dilakukan. Namun, empat orang itu masih dikategorikan sebagai ODP lantaran belum 100 persen positif.

"Hasil rapid test ini sifatnya belum bisa dipastikan 100 persen konfirmasi positif Covid-19, mengingat tingkat akurasi rapid test berkisat 70-80 persen," kata dia.

Ricky menambahkan, hingga Kamis pukul 17.00 WIB, jumlah pasien positif Covid-19 di Garut masih tetap dua orang. Satu pasien positif menjalani perawatan di RSUD dr Slamet Kabupaten Garut dan satu pasien lainnya melakukan isolasi mandiri di rumah. 

Sementara total pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 31 kasus, di mana 15 kasus sedang dalam perawatan di RSUD dr Slamet Kabupaten Garut. Sedangkan, orang tanpa gejala (OTG) di Garut berjumlah 177 orang dan masih dalam proses observasi selama 14 hari ke depan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement